Saham

IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini Simak Rekomendasi Saham Pilihan Investor Kamis

IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini Simak Rekomendasi Saham Pilihan Investor Kamis
IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini Simak Rekomendasi Saham Pilihan Investor Kamis

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik masih menghadapi berbagai tekanan baik dari dalam negeri maupun global. 

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi pada perdagangan hari ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali mengalami tekanan setelah pada perdagangan sebelumnya berakhir di zona merah. Investor juga mulai mengurangi eksposur risiko menjelang libur panjang Lebaran yang akan berlangsung pekan depan.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah analis memberikan proyeksi pergerakan IHSG sekaligus rekomendasi saham yang dapat diperhatikan oleh investor pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026.

IHSG berpotensi melanjutkan koreksi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Kamis. Lalu bagaimana rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG merosot 0,69% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 730 miliar pada perdagangan saham Rabu, 11 Maret 2026.

Tekanan jual tersebut mencerminkan sikap investor global yang cenderung berhati-hati terhadap berbagai sentimen pasar.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BBCA, BUMI, BBRI, DEWA dan TINS.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat pergerakan IHSG berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Proyeksi pergerakan IHSG menurut analis

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG hari ini berpotensi kembali melanjutkan koreksi.

IHSG diperkirakan bergerak dalam kisaran support dan resistance tertentu selama perdagangan berlangsung.

"IHSG akan bergerak di kisaran level support 7.180-7.300 dan level resistance 7.450-7.500."

Proyeksi ini menunjukkan bahwa pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan potensi fluktuasi yang cukup tinggi.

Sementara itu, dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat IHSG susah naik tinggi menjelang libur panjang Lebaran pekan depan.

Sehingga proyeksi terbaik saat ini adalah sideways sambil mempertahankan area support kritikal.

Area support kritikal tersebut berada pada level 7.335 hingga 7.120 agar tidak kembali tertembus.

Rekomendasi saham pilihan hari ini

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA).

Trading idea hari ini adalah ARKO, MEDC, UNTR, GOTO, ADRO, dan CDIA.

ARKO direkomendasikan Buy on Weakness dengan area beli di 6000-6200, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6475-6600.

MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1620-1650, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1700-1755.

UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28600-28900, cutloss di bawah 28500. Target dekat di 29300-29625.

GOTO Spec Buy dengan area beli di 55-57, cutloss di bawah 54. Target dekat di 59-60.

ADRO Spec Buy dengan area beli di 2320-2350, cutloss di bawah 2300. Target dekat di 2370-2430.

CDIA Buy on Weakness dengan area beli di 800-820, cutloss di bawah 785. Target dekat di 880-895.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

IHSG ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3/2026) sore ini.

Pelemahan ini terjadi di tengah aksi trading jangka pendek yang dilakukan investor menjelang libur panjang Lebaran 2026.

IHSG tercatat turun 51,51 poin atau 0,69 persen ke posisi 7.389,40.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga ikut terkoreksi 7,69 poin atau 1,01 persen ke posisi 752,25.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan pelaku pasar saat ini lebih berhati-hati dalam menentukan posisi di pasar saham.

"Investor cenderung melakukan trading jangka pendek di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, serta menjelang libur panjang Lebaran yang dimulai pada pertengahan pekan depan," ujar Ratna Lim dikutip dari Antara.

Sentimen global dan sektoral mempengaruhi pasar

Selain faktor domestik, sentimen global juga memengaruhi pergerakan pasar saham.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor karena berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global.

Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka menguat.

Namun tekanan jual membuat indeks bergerak ke zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Memasuki sesi kedua perdagangan, IHSG masih bertahan di wilayah merah hingga akhirnya ditutup melemah pada akhir perdagangan.

Bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Rabu sore juga tercatat bergerak variatif.

Pelaku pasar tengah mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta berbagai pernyataan yang saling bertentangan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait situasi di Selat Hormuz.

Di sisi lain, kinerja sektoral di Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mencatatkan penguatan.

Sektor teknologi memimpin kenaikan dengan pertumbuhan 1,06 persen.

Kemudian disusul sektor kesehatan dan sektor properti yang masing-masing naik 0,38 persen dan 0,30 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami koreksi.

Sektor energi mencatat penurunan paling dalam sebesar 1,69 persen, diikuti sektor barang baku yang turun 1,66 persen, serta sektor industri yang melemah 1,09 persen.

Secara keseluruhan aktivitas perdagangan saham juga terbilang cukup ramai.

Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1.849.112 kali dengan total 32,19 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp15,68 triliun.

Pada penutupan perdagangan tersebut terdapat 312 saham naik, 366 saham turun, dan 139 saham stagnan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index