IHSG

IHSG Dibuka Menguat Ke Level 7.398 Investor Cermati Sentimen Pasar Global

IHSG Dibuka Menguat Ke Level 7.398 Investor Cermati Sentimen Pasar Global
IHSG Dibuka Menguat Ke Level 7.398 Investor Cermati Sentimen Pasar Global

JAKARTA - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia kembali dimulai dengan pergerakan yang cukup menarik. 

Pada awal sesi perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tercatat bergerak di zona hijau meskipun pasar masih dibayangi berbagai sentimen global.

Bagi para pelaku pasar, pembukaan perdagangan sering menjadi indikator awal untuk membaca arah pergerakan indeks sepanjang hari. Kondisi ini juga menjadi referensi bagi investor dalam menentukan strategi investasi, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Meski menunjukkan penguatan di awal perdagangan, para analis menilai bahwa pasar saham domestik masih menghadapi sejumlah tantangan dari faktor eksternal. Dinamika ekonomi global serta perkembangan geopolitik dunia masih menjadi perhatian utama investor.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar terus memantau berbagai indikator ekonomi serta pergerakan bursa global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham Indonesia.

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan memulai perdagangan hari ini di zona positif. Meski demikian, pasar saham masih menghadapi berbagai sentimen global yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan indeks sepanjang hari.

Pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, IHSG di Bursa Efek Indonesia tercatat menguat 9,45 poin atau 0,13 persen ke posisi 7.398,85.

Penguatan tersebut menunjukkan adanya minat beli dari investor pada awal sesi perdagangan.

Meskipun kenaikan tersebut tidak terlalu besar, kondisi ini tetap memberikan sinyal positif bagi pasar saham domestik.

Pergerakan indeks pada awal perdagangan juga sering kali menjadi gambaran awal mengenai sentimen investor terhadap kondisi pasar saat ini.

Indeks LQ45 turut mencatatkan penguatan

Selain IHSG, kelompok saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga mengalami kenaikan pada awal perdagangan.

Indeks tersebut naik 1,34 poin atau 0,18 persen ke level 753,58.

Kenaikan indeks LQ45 menunjukkan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar masih menjadi perhatian investor.

Saham dalam indeks ini umumnya memiliki likuiditas tinggi dan kinerja fundamental yang relatif kuat.

Karena itu, pergerakan saham LQ45 sering kali memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Penguatan pada indeks ini menjadi salah satu indikator bahwa minat investor terhadap saham unggulan masih cukup stabil.

Pergerakan bursa global memberikan sentimen

Pergerakan bursa saham global, khususnya di Amerika Serikat, turut memberikan sentimen bagi pasar saham domestik.

Pada perdagangan sebelumnya, indeks-indeks utama di Wall Street ditutup bervariasi.

Dow Jones Industrial Average turun sebesar 0,61 persen ke level 47.417,27.

Indeks S&P 500 juga mengalami pelemahan sebesar 0,084 persen ke level 6.775,80.

Sementara itu indeks Nasdaq justru mencatat penguatan sebesar 0,084 persen ke posisi 22.716,14.

Variasi pergerakan indeks global tersebut mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati terhadap perkembangan ekonomi dunia.

Kondisi ini juga menunjukkan bahwa pasar global masih dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi maupun geopolitik.

IHSG sebelumnya mengalami tekanan pasar

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat mengalami pelemahan yang cukup dalam.

IHSG ditutup melemah ke level 7.389,4 pada perdagangan terakhir.

Penguatan yang sempat terjadi pada sesi pertama tidak mampu dipertahankan hingga akhir perdagangan.

Pada sesi kedua, indeks justru berbalik arah dan bergerak di zona negatif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi di pasar saham domestik.

Dari sisi teknikal, IHSG juga masih tertahan di bawah level psikologis tertentu yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Selain itu, tercatat adanya net foreign sell sebesar Rp730 miliar yang mengindikasikan tekanan distribusi dari investor asing.

Sentimen global menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan pasar saham.

"Di tengah meningkatnya ketidakpastian global terkait konflik AS–Israel vs Iran serta mendekati libur panjang Lebaran, pelaku pasar cenderung mengadopsi strategi trading jangka pendek dan menahan ekspansi risiko," jelas analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset hariannya pada Kamis, 12 Maret 2026.

Proyeksi pergerakan IHSG hari ini

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih bergerak terbatas.

Analis melihat adanya potensi pergerakan indeks yang cenderung melemah dalam rentang tertentu.

"IHSG diperkirakan masih bergerak dalam rentang support di 7.335-7.200 dan resistance pada level 7.440-7.500," sebutnya.

Rentang support dan resistance tersebut sering dijadikan acuan oleh investor dalam membaca potensi arah pergerakan indeks.

Dengan melihat level tersebut, pelaku pasar dapat memperkirakan kemungkinan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Meski demikian, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi oleh berbagai sentimen yang berkembang selama perdagangan berlangsung.

Rekomendasi saham pilihan bagi investor

Di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif, analis juga memberikan beberapa rekomendasi saham yang dapat diperhatikan investor.

Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini.

Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain PT Ultrajaya Milk Industry Tbk dengan kode saham ULTJ.

Selain itu terdapat juga PT Unilever Indonesia Tbk dengan kode saham UNVR.

Saham lainnya yang masuk dalam daftar rekomendasi adalah PT Surya Citra Media Tbk dengan kode saham SCMA.

Rekomendasi tersebut diberikan berdasarkan analisis terhadap kondisi pasar serta potensi pergerakan saham.

Meski demikian, investor tetap disarankan untuk mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index