Kereta Api

Penumpang Kereta Api Diprediksi Naik Saat Mudik Lebaran Puncaknya Tanggal Maret

Penumpang Kereta Api Diprediksi Naik Saat Mudik Lebaran Puncaknya Tanggal Maret
Penumpang Kereta Api Diprediksi Naik Saat Mudik Lebaran Puncaknya Tanggal Maret

JAKARTA - Menjelang masa mudik Lebaran, berbagai moda transportasi mulai bersiap menghadapi lonjakan jumlah penumpang. 

Menjelang masa mudik Lebaran, berbagai moda transportasi mulai bersiap menghadapi lonjakan jumlah penumpangKereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang paling banyak diminati masyarakat karena dinilai menawarkan perjalanan yang relatif aman, nyaman, dan tepat waktu. Setiap tahun, jumlah pengguna kereta api pada periode Lebaran cenderung mengalami peningkatan.

Kondisi tersebut juga diperkirakan akan terjadi pada masa angkutan Lebaran tahun ini. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman, operator kereta api mulai melakukan berbagai persiapan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan para pemudik.

Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi di berbagai wilayah, termasuk di wilayah operasional PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya. Wilayah ini menjadi salah satu titik penting perjalanan kereta api yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa.

Dengan adanya tren peningkatan pengguna kereta api setiap tahun, pihak operator transportasi ini pun telah mempersiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan layanan tetap berjalan lancar selama periode mudik Lebaran.

Prediksi peningkatan jumlah penumpang kereta

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya memprediksi jumlah penumpang kereta api pada masa angkutan Lebaran 2026 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan penumpang ini diperkirakan mencapai sekitar tujuh persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono menjelaskan bahwa tren peningkatan jumlah penumpang kereta api sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api semakin diminati oleh masyarakat.

“Untuk peningkatan kami prediksi ada kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan tahun lalu,” kata Mahendro, Jumat (13/3/2026).

Peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh penambahan perjalanan kereta selama masa angkutan Lebaran. Dengan adanya tambahan perjalanan tersebut, kapasitas angkut penumpang menjadi lebih besar sehingga mampu menampung lebih banyak pemudik.

Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik dengan menggunakan kereta api.

Perkiraan puncak arus mudik dan arus balik

Selain memprediksi peningkatan jumlah penumpang, pihak KAI Daop 8 Surabaya juga telah memperkirakan waktu terjadinya puncak arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Mahendro menjelaskan bahwa puncak arus mudik penumpang kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, jumlah penumpang diperkirakan akan mencapai titik tertinggi selama periode angkutan Lebaran.

Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret 2026. Pada periode tersebut, masyarakat yang telah selesai merayakan Lebaran di kampung halaman akan kembali menuju kota tempat mereka bekerja atau beraktivitas.

Meski demikian, Mahendro menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara. Hal ini karena proses penjualan tiket kereta api masih terus berlangsung hingga mendekati hari keberangkatan.

“Puncak arus balik sementara diprediksi tanggal 24 Maret. Tapi data ini masih bisa berubah karena penjualan tiket masih dibuka,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, jumlah penumpang masih dapat berubah seiring meningkatnya pemesanan tiket.

Penambahan perjalanan kereta selama Lebaran

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa mudik Lebaran, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan sejumlah kereta tambahan. Penambahan perjalanan kereta ini bertujuan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan transportasi kereta api.

Salah satu stasiun yang mendapatkan tambahan perjalanan kereta adalah Stasiun Malang. Dari stasiun ini, KAI menyiapkan dua perjalanan kereta tambahan selama masa angkutan Lebaran.

Kereta tambahan tersebut adalah KA Arjuno Ekspres dan KA Gajayana Tambahan. Kedua kereta ini akan membantu mengakomodasi penumpang yang berangkat dari wilayah Malang dan sekitarnya.

“Kereta tambahan dari Stasiun Malang ada dua, yaitu Arjuno Ekspres dan Gajayana Tambahan. Hampir sama seperti angkutan Lebaran tahun lalu,” jelas Mahendro.

Dengan adanya kereta tambahan tersebut, diharapkan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan selama masa mudik Lebaran.

Total perjalanan kereta dari Stasiun Malang

Selama masa angkutan Lebaran tahun ini, jumlah perjalanan kereta api dari Stasiun Malang juga mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, terdapat tiga belas perjalanan kereta api yang akan berangkat dari stasiun tersebut.

Jumlah tersebut terdiri dari sebelas perjalanan kereta reguler serta dua perjalanan kereta tambahan yang disiapkan khusus untuk periode Lebaran. Penambahan perjalanan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan penumpang.

Selain itu, langkah ini juga memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik menggunakan kereta api.

Dengan jumlah perjalanan yang lebih banyak, kapasitas kursi yang tersedia juga meningkat. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan tiket perjalanan.

Penjualan tiket kereta terus meningkat

Seiring mendekatnya masa mudik Lebaran, penjualan tiket kereta api dari Stasiun Malang juga terus mengalami peningkatan. Banyak masyarakat yang sudah mulai memesan tiket jauh-jauh hari untuk memastikan perjalanan mereka berjalan lancar.

Mahendro menyebutkan bahwa hingga saat ini sebagian besar tiket kereta untuk periode Lebaran sudah mulai terjual. Dari total tiket yang disediakan, cukup banyak penumpang yang telah melakukan pemesanan.

Dari sekitar 136.000 tiket yang disediakan untuk keberangkatan dari Stasiun Malang selama masa angkutan Lebaran, sebanyak 59.000 tiket telah terjual. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43 persen dari total tiket yang tersedia.

“Dari total yang sudah terjual itu, sekitar 49.000 penumpang berangkat langsung dari Stasiun Malang. Sisanya dari stasiun-stasiun lain di wilayah Malang Raya,” katanya.

Data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menggunakan kereta api sebagai sarana mudik masih cukup tinggi.

Faktor yang mendorong minat masyarakat

Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api tidak terlepas dari berbagai keunggulan yang ditawarkan moda transportasi ini. Kereta api dikenal memiliki tingkat ketepatan waktu yang relatif baik dibandingkan moda transportasi lainnya.

Selain itu, perjalanan menggunakan kereta api juga dianggap lebih aman dan nyaman bagi penumpang. Fasilitas yang tersedia di dalam kereta pun semakin berkembang sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik.

Mahendro juga menyebutkan bahwa adanya stimulus diskon tiket dari pemerintah turut mendorong masyarakat untuk menggunakan kereta api.

“Kereta api kan lebih tepat waktu, aman, dan nyaman. Selain itu juga ada stimulus diskon tiket 30 persen dari pemerintah yang mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi kereta,” pungkas Mahendro.

Dengan berbagai faktor tersebut, kereta api diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik selama Lebaran tahun ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index