Kereta Api

Kereta Api Sumut Catat Lonjakan Penumpang Lebaran 2026 Capai Hampir 200 Ribu

Kereta Api Sumut Catat Lonjakan Penumpang Lebaran 2026 Capai Hampir 200 Ribu
Kereta Api Sumut Catat Lonjakan Penumpang Lebaran 2026 Capai Hampir 200 Ribu

JAKARTA - Masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah menjadi periode penting bagi mobilitas masyarakat, khususnya pengguna transportasi kereta api di Sumatra Utara. 

Lonjakan pergerakan penumpang terlihat signifikan seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan untuk mudik maupun arus balik. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumut mencatat capaian yang cukup tinggi selama periode tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus mengalami peningkatan. Hal ini tidak hanya mencerminkan kebutuhan perjalanan yang tinggi, tetapi juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman.

Capaian Angkut Penumpang Selama Masa Lebaran

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatra Utara (Sumut) mencatat telah mengangkut total 199.812 pelanggan hingga Senin atau sepanjang 20 hari masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Diketahui, masa Angkutan Lebaran tahun 2026 KAI ditetapkan mulai tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026.

Pelaksana tugas (Plt.) Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan jelang berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026, penumpang di sejumlah stasiun semakin meningkat. Puncak arus balik penumpang kereta api di wilayah Sumut sendiri terjadi pada Minggu , bertepatan dengan hari terakhir libur sekolah pascalebaran 2026.

Pantauan di Stasiun Medan menunjukkan aktivitas penumpang yang sangat padat, terutama pada hari Minggu tersebut. Pergerakan naik dan turun penumpang didominasi oleh keluarga yang membawa anak-anak mereka dalam perjalanan kembali ke daerah asal atau menuju destinasi lain.

Peningkatan Signifikan Dibanding Tahun Sebelumnya

Dari catatan KAI Sumut, perseroan melayani 190.816 pelanggan selama periode 11 Maret hingga 29 Maret dan meningkat menjadi 199.812 pelanggan hingga 30 Maret. Kenaikan ini menunjukkan adanya tren positif dalam penggunaan layanan kereta api di wilayah Sumatera Utara.

Anwar menyebut peningkatan tersebut mencapai sekitar 2% dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025, yang tercatat melayani 187.179 penumpang. Angka ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus mengalami penguatan dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan jumlah penumpang ini juga menjadi sinyal bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat saat Lebaran tetap tinggi. Dengan layanan yang semakin baik, kereta api menjadi pilihan utama bagi banyak orang.

Kepercayaan Publik Terhadap Transportasi Rel Meningkat

Anwar menilai peningkatan jumlah pelanggan ini sebagai cerminan tingkat kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap moda transportasi rel. Selain itu, berbagai stimulus seperti diskon tiket kereta api yang diberikan selama masa Angkutan Lebaran turut mendorong minat masyarakat.

Program promosi tersebut dinilai efektif dalam menarik pelanggan untuk memilih kereta api sebagai sarana transportasi utama. Kombinasi antara pelayanan yang optimal dan harga yang kompetitif memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa.

“Animo pelanggan kereta api di Sumatra Utara terus tumbuh. Hal ini menjadi bukti semakin sadarnya masyarakat untuk menggunakan sarana transportasi umum guna bepergian antarkota dalam provinsi,” kata Anwar.

Transportasi Umum Dorong Efisiensi Energi Nasional

Lebih jauh, Anwar menjelaskan bahwa pilihan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum memiliki dampak positif bagi berbagai sektor. Salah satunya adalah dukungan terhadap program efisiensi energi yang dicanangkan pemerintah.

Penggunaan transportasi massal seperti kereta api dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar secara signifikan. Hal ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Selain itu, penggunaan kereta api juga menjadi solusi cerdas bagi masyarakat untuk menekan biaya perjalanan. Dengan harga yang relatif terjangkau dan efisiensi waktu, moda ini semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Kesiapan KAI Sumut Hadapi Lonjakan Penumpang

Selama masa Angkutan Lebaran 2026, KAI Sumut menyediakan hingga 231.000 tempat duduk untuk menunjang mobilitas masyarakat. Jumlah ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik.

Selain itu, terdapat 22 perjalanan kereta api setiap hari yang dioperasikan untuk memastikan kelancaran layanan. Dengan frekuensi perjalanan yang cukup tinggi, masyarakat memiliki fleksibilitas dalam memilih waktu keberangkatan.

Anwar juga menyebut rata-rata penumpang kereta api di wilayah Sumut mencapai 11.800 orang per hari. Angka ini menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh.

Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan layanan yang terus ditingkatkan, KAI Sumut berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pelanggan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index