JAKARTA - Di tengah tekanan global yang mendorong kenaikan harga energi, kondisi harga bahan bakar minyak di dalam negeri justru menunjukkan stabilitas.
Pemerintah memilih untuk tidak melakukan perubahan harga BBM pada awal April 2026, baik untuk jenis subsidi maupun non subsidi. Kebijakan ini menjadi perhatian publik karena diambil saat harga minyak dunia sedang melonjak tajam akibat konflik geopolitik.
Keputusan tersebut mencerminkan upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam potensi gejolak ekonomi. Meski tekanan eksternal meningkat, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM di Indonesia masih dipertahankan seperti periode sebelumnya. Hal ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi.
Kebijakan Pemerintah Menahan Harga BBM
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan tidak ada penyesuaian harga BBM per April 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama dan arahan langsung dari Presiden. Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenis BBM, termasuk subsidi maupun non subsidi.
"Kami sampaikan terkait penyesuaian harga. Kami sampaikan perintah Pak Presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik atau turun, flat pakai harga sekarang," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, pemerintah juga masih melakukan pembahasan terkait harga BBM non subsidi bersama PT Pertamina (Persero) dan pengelola SPBU swasta. "Untuk BBM non subsidi, kami dengan tim Pertamina maupun SPBU swasta lain sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai, itu kapan? tunggu dulu, artinya belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama," tegasnya.
Kondisi Harga BBM di SPBU Pertamina
Hingga 2 April 2026, harga BBM di SPBU Pertamina terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan periode Maret 2026. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga BBM jenis RON 92 atau Pertamax masih berada di angka Rp 12.300 per liter. Stabilitas ini menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah berjalan sesuai rencana.
Selain itu, Pertamax Green atau RON 95 dijual dengan harga Rp 12.900 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di angka Rp 13.100 per liter. Untuk jenis solar non subsidi, Dexlite dibanderol Rp 14.200 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp 14.500 per liter.
Sementara itu, BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan harga sejak 2022. Pertalite tetap dijual Rp 10.000 per liter dan solar subsidi berada di angka Rp 6.800 per liter. Kondisi ini memberikan kepastian bagi masyarakat luas yang mengandalkan BBM subsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Harga BBM di SPBU Swasta Tetap Sama
Tidak hanya Pertamina, harga BBM di SPBU swasta juga menunjukkan tren yang sama. SPBU seperti BP-AKR dan Vivo masih mempertahankan harga yang berlaku sejak Maret 2026. Di beberapa wilayah seperti Ciater dan Jakarta Selatan, harga BBM RON 92 di SPBU tersebut berada di kisaran Rp 12.390 per liter.
Untuk produk lainnya, Vivo Revvo 95 dijual Rp 12.930 per liter dan Diesel Primus sebesar Rp 14.610 per liter. Sementara BP-AKR menetapkan harga BP Ultimate di angka Rp 12.930 per liter dan BP Ultimate Diesel Rp 14.620 per liter.
Keseragaman harga ini menunjukkan bahwa belum ada tekanan langsung yang memaksa penyesuaian harga di tingkat ritel. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha berjalan dengan baik dalam menjaga stabilitas harga energi.
Kondisi Stok BBM di SPBU Shell
Berbeda dengan SPBU lain, kondisi di SPBU Shell justru menunjukkan keterbatasan pasokan. Hingga awal April 2026, sebagian besar SPBU Shell dilaporkan tidak menjual BBM karena stok kosong. Kondisi ini menjadi perhatian karena menunjukkan adanya kendala di sisi distribusi.
"Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," tulis keterangan di website resmi Shell Indonesia, Kamis (2/4/2026).
Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun harga stabil, tantangan distribusi tetap menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan BBM di pasar. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa stabilitas harga tidak selalu sejalan dengan kelancaran pasokan.
Daftar Harga BBM Terbaru di Indonesia
Berikut daftar harga BBM yang berlaku per 2 April 2026 di berbagai SPBU:
Harga BBM Pertamina wilayah DKI Jakarta mencakup Pertalite Rp 10.000 per liter, solar subsidi Rp 6.800 per liter, Pertamax Rp 12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp 12.900 per liter, Dexlite Rp 14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.
Untuk SPBU Shell, harga yang tercantum antara lain Shell Super Rp 12.390 per liter dan Shell V-Power Diesel Rp 14.620 per liter, meskipun stok di banyak lokasi dilaporkan kosong.
Di SPBU Vivo, harga Revvo 92 berada di angka Rp 12.390 per liter, Revvo 95 Rp 12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp 14.610 per liter. Sementara BP-AKR menetapkan harga BP 92 Rp 12.390 per liter, BP Ultimate Rp 12.930 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp 14.620 per liter.
Secara keseluruhan, stabilitas harga BBM di Indonesia pada awal April 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional. Di tengah tekanan global yang meningkat, keputusan ini diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi masyarakat sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi.