JAKARTA - AC Milan bersiap menjamu Lecce dalam lanjutan Serie A pekan ke-21 di Stadion San Siro, Senin 19 Januari 2025, dini hari WIB.
Laga ini menjadi kesempatan Rossoneri melanjutkan tren positif setelah kemenangan 3-1 atas Como. Namun, kemenangan tersebut juga memicu perbincangan soal susunan pemain. Allegri dikabarkan akan melakukan sejumlah perubahan untuk menghadapi tim asuhan Eusebio Di Francesco. Strategi rotasi ini diyakini menjadi kunci menjaga performa dan kebugaran pemain.
Rotasi Terfokus di Lini Tengah
Perubahan paling signifikan diperkirakan terjadi di lini tengah. Massimiliano Allegri menyiapkan hingga tiga rotasi di area tersebut untuk menghadapi Lecce. Pervis Estupinan kemungkinan kembali masuk starting XI, menggantikan Davide Bartesaghi di sisi kiri dalam skema 3-5-2.
Sementara itu, Luka Modric dan Youssouf Fofana berpeluang diistirahatkan. Ardon Jashari dan Samuele Ricci siap mengisi posisi tersebut. Pergantian ini ditujukan agar lini tengah tetap segar dan mampu mengimbangi tempo permainan lawan.
Pemain Kunci Tetap Mendominasi
Meski melakukan rotasi, Allegri tetap mempertahankan beberapa pemain inti. Adrien Rabiot dan Alexis Saelemaekers tetap menjadi pilar utama lini tengah karena konsistensi dan kontribusi taktis mereka.
Kehadiran keduanya diharapkan menjaga keseimbangan tim. Stabilitas ini penting agar perubahan di posisi lain tidak mengganggu jalannya pertandingan. Milan membutuhkan fondasi kuat di lini tengah untuk mendikte ritme laga.
Perubahan di Lini Serang
Selain lini tengah, Allegri juga merencanakan perubahan di lini depan. Christian Pulisic diperkirakan kembali menjadi starter, menggantikan Christopher Nkunku. Jika skema ini diterapkan, Pulisic akan berduet dengan Rafael Leao.
Nkunku kemungkinan memulai laga dari bangku cadangan bersama Niclas Fullkrug. Allegri berharap kombinasi baru ini memberi variasi serangan dan meningkatkan efektivitas di depan gawang lawan. Pergantian ini juga bertujuan menjaga kebugaran penyerang utama.
Risiko dan Tantangan Rotasi
Allegri menyadari bahwa rotasi selalu mengandung risiko. Pendekatan serupa pernah diterapkan pada laga tandang melawan Fiorentina. Milan harus bekerja keras untuk mempertahankan catatan tak terkalahkan. Gol penyeimbang di menit akhir menjadi penyelamat tim pada pertandingan tersebut.
Kini, efektivitas rotasi kembali diuji menghadapi Lecce. Allegri berharap keputusan yang diambil mampu menjaga keseimbangan tim tanpa mengorbankan performa. Rotasi yang tepat akan menjadi tolok ukur keberhasilan strategi pelatih dalam menghadapi jadwal padat Serie A.
Evaluasi dan Strategi Ke Depan
Laga melawan Lecce bukan sekadar tiga poin. Pertandingan ini menjadi sarana bagi Allegri untuk mengevaluasi kombinasi pemain dan menilai efektivitas rotasi. Hasil positif diharapkan memberi dampak psikologis bagi seluruh skuad.
Selain itu, keputusan untuk merotasi pemain juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Milan. Allegri menekankan pentingnya menjaga kebugaran pemain kunci dan mengoptimalkan potensi pengganti. Strategi ini diyakini akan membantu tim tetap kompetitif hingga akhir musim.
Milan Berupaya Pertahankan Tren Positif
Dengan kombinasi rotasi dan pemain inti yang tetap dijaga, AC Milan berupaya mempertahankan momentum kemenangan. Laga melawan Lecce menjadi ujian kesiapan tim dalam menghadapi jadwal padat Serie A.
Jika rotasi berjalan lancar, Milan tidak hanya mendapat keuntungan dari kebugaran pemain tetapi juga fleksibilitas taktik. Peluang menang di kandang sendiri dapat dimaksimalkan, sambil menyiapkan strategi untuk laga-laga berikutnya di kompetisi domestik maupun Eropa.