JAKARTA - Pembukaan rute penerbangan internasional Semarang–Kuala Lumpur dan Semarang–Singapura terbukti meningkatkan kunjungan investor ke Jawa Tengah.
Bandara Internasional Ahmad Yani menjadi pintu utama yang memudahkan akses bagi pelaku usaha.
Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa keberadaan rute langsung memangkas waktu perjalanan. Investor tidak perlu transit di Jakarta, sehingga efisiensi mobilitas bisnis meningkat secara signifikan.
Rute internasional ini membuka peluang investasi baru, terutama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Para investor kini lebih cepat dan nyaman menjangkau lokasi strategis untuk menanamkan modal.
Dengan akses langsung ke Jateng, pemerintah provinsi menegaskan komitmen menciptakan iklim investasi yang efisien dan ramah bagi investor asing maupun domestik.
Singapura Menjadi Sumber Investasi Terbesar Kedua
Data DPMPTSP menunjukkan investor Singapura menanamkan modal senilai Rp11,43 triliun di Jawa Tengah. Jumlah ini setara 22,48 persen dari total Penanaman Modal Asing (PMA) provinsi.
Posisi Singapura menempatkan negara ini sebagai sumber investasi terbesar kedua setelah Hong Kong. KEK Kendal menjadi magnet bagi modal Singapura, terutama melalui kolaborasi PT Jababeka Tbk dan Sembcorp Development Ltd.
Konsorsium ini menekankan pembangunan infrastruktur kawasan dan fasilitas industri yang modern, menarik lebih banyak investor untuk ikut berpartisipasi.
Keberadaan rute langsung semakin memperkuat posisi Jateng sebagai destinasi investasi strategis di Indonesia bagian tengah.
Dampak Positif bagi Kawasan Ekonomi Khusus
KEK Kendal menerima manfaat signifikan dari pembukaan rute internasional. Investor lebih mudah mengawasi proyek pembangunan dan operasional industri yang ada di kawasan.
Efisiensi waktu perjalanan mendorong frekuensi kunjungan, sehingga komunikasi antara investor dan pengelola kawasan lebih intensif. Hal ini mendukung percepatan realisasi proyek investasi.
Selain KEK Kendal, pemerintah juga mendorong ekspansi ke kawasan industri lain. Strategi ini diharapkan merata ke seluruh wilayah Jateng.
Pendekatan proaktif Pemprov Jateng menjadikan kawasan industri lebih menarik dan kompetitif dibanding daerah lain di Indonesia.
Pendampingan Investor Meningkatkan Kepercayaan
Pemprov Jateng tidak hanya membuka akses transportasi, tetapi juga memberikan pendampingan untuk investor. Saat sistem OSS RBA sempat mengalami kendala, pemerintah duduk bersama pelaku usaha untuk menyelesaikan masalah.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang transparan dan profesional. Investor merasa didukung dan lebih percaya menanamkan modal di Jateng.
Upaya membangun relasi yang baik dengan investor domestik maupun asing menjadi strategi utama agar investasi tidak hanya masuk tetapi juga berkembang.
Pendampingan ini juga membantu memperluas investasi ke sektor industri baru, sehingga distribusi modal lebih merata di seluruh provinsi.
Pembukaan Rute Internasional Pascapandemi
Rute penerbangan internasional dari Semarang sempat terhenti sejak pandemi COVID-19. Pembukaan kembali rute ke Malaysia pada September 2025 dan Singapura pada Desember 2025 menandai pemulihan konektivitas global Jateng.
Kebijakan ini menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan internasional. Investor semakin mudah memantau perkembangan industri dan peluang pasar.
Pembukaan rute juga berdampak positif bagi sektor pariwisata dan transportasi, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan konektivitas yang semakin baik, Jawa Tengah kini semakin menarik sebagai tujuan investasi utama di Pulau Jawa.
Strategi Jateng Menghadapi Persaingan Investasi
Pemprov Jateng fokus memadukan infrastruktur transportasi dengan pengembangan kawasan industri. Strategi ini membuat provinsi siap bersaing dengan daerah lain dalam menarik investor global.
Rute internasional, relasi baik dengan investor, dan pendampingan yang aktif menjadi kombinasi kunci untuk memperkuat posisi Jateng.
Selain Singapura, provinsi juga menargetkan penanam modal dari negara lain untuk memperluas jangkauan investasi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Jawa Tengah semakin menegaskan diri sebagai provinsi yang efisien, ramah investasi, dan siap menghadapi persaingan global.