Investasi Properti UEA Senilai Rp4 Triliun Perkuat Pengembangan Kawasan Inti IKN

Senin, 26 Januari 2026 | 09:29:38 WIB
Investasi Properti UEA Senilai Rp4 Triliun Perkuat Pengembangan Kawasan Inti IKN

JAKARTA - Masuknya investasi asing kembali menegaskan daya tarik Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru. 

Otorita Ibu Kota Nusantara resmi menggandeng perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group, untuk mengembangkan proyek properti berskala besar. Kerja sama ini menjadi sinyal kepercayaan investor global terhadap arah pembangunan IKN.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan kawasan terpadu di area strategis dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi pemerintahan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi dan sosial di jantung ibu kota baru Indonesia.

Kesepakatan Strategis OIKN dan Investor UEA

Otorita Ibu Kota Nusantara melalui Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi, Sudiro Roi Santoso, menyambut positif rampungnya kesepakatan ini. Ia menyampaikan bahwa perjanjian pengalokasian lahan strategis telah resmi ditandatangani bersama Ayedh Dejem Group. Kerja sama tersebut menandai langkah konkret setelah melalui proses komunikasi dan penjajakan yang panjang.

“OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektare,” kata Sudiro dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (25/1/2026). Pernyataan ini menegaskan legalitas dan kesiapan proyek untuk memasuki tahapan berikutnya.

Lahan yang dialokasikan berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP 1A. Lokasinya dinilai sangat strategis karena berada tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Posisi tersebut membuat proyek ini memiliki nilai tambah tinggi dari sisi aksesibilitas dan fungsi kawasan.

Nilai Investasi dan Rencana Pengembangan Kawasan

Sudiro menjelaskan bahwa nilai investasi dari perusahaan konstruksi dan pengembangan real estat asal UEA tersebut diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Angka ini mencerminkan skala proyek yang cukup besar dan berpotensi memberikan dampak signifikan bagi perekonomian lokal. Investasi ini juga menjadi salah satu yang terbesar di sektor properti IKN.

Di atas lahan seluas 9,7 hektare, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kawasan terpadu atau mixed-use. Proyek ini mencakup pembangunan kompleks perkantoran, area komersial, serta pusat perbelanjaan atau shopping mall. Selain itu, akan dibangun pula fasilitas ibadah berupa masjid.

Konsep kawasan terpadu dipilih untuk menciptakan ruang yang fungsional dan terintegrasi. Dengan perpaduan fungsi kerja, bisnis, dan sosial, kawasan ini diharapkan menjadi salah satu pusat aktivitas baru di IKN. Pembangunan tersebut juga dirancang selaras dengan konsep kota berkelanjutan yang diusung pemerintah.

Tahapan Pra-Konstruksi dan Jadwal Pembangunan

Tahapan awal proyek akan dimulai dengan fase pra-konstruksi. Proses ini diawali dengan pendetilan perencanaan yang mencakup desain teknis dan penyesuaian dengan tata ruang IKN. Setelah itu, proyek akan memasuki tahap perizinan dan pelelangan kontraktor.

Seluruh rangkaian pra-konstruksi diperkirakan berlangsung maksimal satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian pada 23 Januari 2026. Tahapan ini dianggap krusial untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar yang ditetapkan. OIKN menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan prinsip keberlanjutan.

Sesuai dengan jadwal tersebut, pembangunan konstruksi fisik direncanakan mulai pertengahan tahun 2027. Proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Target penyelesaian proyek diproyeksikan hingga lima tahun ke depan.

Proses Panjang dan Komitmen Kedua Pihak

Realisasi investasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan komitmen serius kedua belah pihak. Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Nusantara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari studi kelayakan awal proyek.

Selain itu, kedua pihak juga telah menandatangani Non-Disclosure Agreement pada 8 Mei 2025. Penandatanganan NDA menjadi landasan penting dalam pertukaran informasi teknis dan strategis. Langkah ini menunjukkan keseriusan investor dalam menjajaki peluang di IKN.

OIKN menilai konsistensi Ayedh Dejem Group sebagai indikator kuat kepercayaan terhadap proyek ini. Proses yang berkelanjutan dari kunjungan hingga kesepakatan lahan mencerminkan hubungan kerja sama yang dibangun secara profesional dan terencana.

Keyakinan Investor Terhadap Potensi IKN

Syeikh Ayedh Dejem menyampaikan keyakinannya terhadap prospek pengembangan real estat di Ibu Kota Nusantara. Menurutnya, latar belakang kekuatan ekonomi kedua belah pihak menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan investasi. Indonesia dinilai memiliki potensi pasar yang sangat besar.

“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” tuturnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme investor asing terhadap masa depan IKN. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan pembangunan infrastruktur yang masif, IKN dipandang sebagai kawasan dengan peluang pertumbuhan jangka panjang. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi investor global.

Infrastruktur Pendukung di KIPP Terus Berjalan

Seiring dengan masuknya investasi properti, pembangunan infrastruktur di KIPP 1A juga terus berlangsung. Salah satunya adalah paket pembangunan Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A. Proyek ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,1 triliun dengan total panjang jalan 5,399 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut dikerjakan mulai Oktober 2025 hingga November 2027. Selain itu, terdapat pula paket pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif. Proyek ini memiliki nilai kontrak mencapai Rp1,9 triliun dengan total panjang 6,418 kilometer.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi penopang utama bagi proyek-proyek investasi di IKN. Dengan akses jalan yang memadai, kawasan KIPP diharapkan semakin siap menampung berbagai aktivitas pemerintahan, bisnis, dan sosial. Integrasi antara infrastruktur dan investasi properti menjadi kunci percepatan pembangunan IKN.

Terkini