TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Aceh Tengah Demi Pemulihan Akses Warga

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:47:33 WIB
TNI AD Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Aceh Tengah Demi Pemulihan Akses Warga

JAKARTA - Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah terus dilakukan secara bertahap. 

Salah satu langkah krusial yang kini berjalan adalah pembangunan kembali akses darat yang sempat terputus akibat bencana alam pada akhir 2025 lalu. Kehadiran jembatan sementara hingga permanen menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat agar aktivitas sehari-hari dapat kembali normal.

Dalam konteks tersebut, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat mengambil peran aktif dengan mengerahkan personel ke lokasi bencana. 

Fokus utama diarahkan pada pembangunan jembatan gantung Burni Bius di Kecamatan Silih Nara. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini harus menghadapi keterbatasan mobilitas akibat rusaknya infrastruktur penghubung.

Pembangunan Jembatan Jadi Prioritas Pemulihan

Personel TNI AD dikerahkan untuk membangun jembatan gantung Burni Bius di lokasi bencana di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa. Pembangunan ini dilakukan sebagai respons atas terputusnya jalur darat yang sebelumnya menjadi akses utama warga setempat. Kondisi tersebut terjadi setelah wilayah tersebut dilanda bencana pada November 2025 lalu.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan bahwa pembangunan jembatan ini bertujuan memulihkan kembali konektivitas antarwilayah. Jalur darat yang terputus selama berbulan-bulan dinilai sangat memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan jembatan gantung menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan pascabencana.

Progres Pembangunan Capai Puluhan Persen

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa proses pembangunan jembatan saat ini telah menunjukkan perkembangan signifikan. “Personel TNI AD dikerahkan untuk mengawal pembangunan jembatan. Progres pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 39 persen,” kata Donny saat dikonfirmasi di Jakarta.

Capaian progres tersebut menunjukkan bahwa pembangunan berjalan sesuai rencana awal. Meski menghadapi tantangan medan dan kondisi alam, personel di lapangan terus bekerja secara maksimal. Pengawalan ketat juga dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman dan sesuai standar yang ditetapkan.

Kolaborasi Personel TNI dan Masyarakat

Donny melanjutkan, pembangunan jembatan gantung tersebut melibatkan personel gabungan dan masyarakat setempat. Sinergi ini menjadi kunci penting dalam mempercepat proses pengerjaan. Keterlibatan warga sekitar juga dinilai mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang sedang dibangun.

Untuk personel, terdiri dari empat prajurit Koramil 08/Silih Nara yang dipimpin Sertu Junaidi. Selain itu, terdapat 25 personel Yon TP 854 yang dipimpin Serda Dian Nanda. Sementara itu, masyarakat sekitar yang terlibat dalam kegiatan pembangunan tercatat sebanyak 20 orang.

Kolaborasi antara aparat TNI dan masyarakat ini tidak hanya membantu dari sisi tenaga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial di wilayah terdampak bencana. Kerja bersama tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi masa pemulihan.

Komitmen Penyelesaian dalam Waktu Dekat

TNI AD memastikan proses pembangunan jembatan gantung Burni Bius akan terus dimaksimalkan. Donny menegaskan bahwa pihaknya berupaya agar jembatan tersebut dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Akses darat yang kembali terhubung diharapkan mampu memperlancar berbagai aktivitas warga.

“Jembatan ini merupakan akses penting yang menunjang mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah,” jelas Donny. Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan jembatan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sosial ekonomi warga.

Dengan terbukanya kembali akses tersebut, distribusi barang, layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi diyakini akan kembali berjalan lebih lancar. Hal ini menjadi salah satu indikator penting dalam proses pemulihan pascabencana.

Harapan Pemulihan Aceh Tengah Pascabencana

Pembangunan jembatan gantung Burni Bius menjadi simbol percepatan pemulihan wilayah Aceh Tengah setelah bencana. Donny berharap, dengan adanya jembatan ini, proses pemulihan wilayah Aceh pascabencana bisa semakin cepat. Infrastruktur yang pulih diharapkan menjadi fondasi bagi pembangunan lanjutan di daerah tersebut.

Selain itu, kehadiran TNI AD di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi warga terdampak. Pembangunan jembatan tidak hanya memperbaiki akses fisik, tetapi juga memulihkan optimisme masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.

Ke depan, TNI AD bersama pihak terkait diharapkan terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan pemulihan wilayah rawan bencana. Dengan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, proses rehabilitasi pascabencana di Aceh Tengah diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Terkini