Prakiraan Cuaca Selasa BMKG Sebut Mayoritas Kota Indonesia Berawan Hujan Ringan

Selasa, 27 Januari 2026 | 10:47:34 WIB
Prakiraan Cuaca Selasa BMKG Sebut Mayoritas Kota Indonesia Berawan Hujan Ringan

JAKARTA - Aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca yang diprakirakan cukup dinamis. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memetakan potensi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai lebat di banyak kota besar. Informasi ini menjadi pengingat penting bagi warga untuk lebih waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau melakukan perjalanan jarak jauh.

Berdasarkan pemantauan BMKG, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika cuaca berskala regional hingga global. Fenomena tersebut berkontribusi pada terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah, sehingga potensi hujan masih cukup dominan sepanjang hari. Masyarakat diimbau untuk terus mengikuti pembaruan cuaca resmi agar dapat mengantisipasi risiko yang mungkin timbul.

Dinamika Atmosfer Picu Pertumbuhan Awan Hujan

BMKG menjelaskan bahwa terdapat daerah konvergensi yang memanjang di sejumlah wilayah Indonesia. Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, prakirawan Adelia menyampaikan bahwa konvergensi terpantau membentang di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi hingga Lampung, Banten hingga Jawa Timur, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Kondisi konvergensi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilewatinya. Selain itu, adanya konfluensi turut memperkuat suplai uap air di lapisan atmosfer, sehingga mendukung terbentuknya awan konvektif. Situasi ini membuat peluang terjadinya hujan menjadi lebih besar, baik dengan intensitas ringan, sedang, maupun lebat.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan sejumlah kota besar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Hujan ini bahkan dapat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Kota-kota yang masuk dalam kategori ini antara lain Jakarta, Serang, Surabaya, Tanjung Selor, Kupang, dan Merauke.

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang berisiko menimbulkan dampak lanjutan seperti genangan air, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca mulai menunjukkan tanda-tanda memburuk.

Kota dengan Potensi Hujan Ringan hingga Sedang

Selain wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat, sejumlah kota besar lainnya diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Wilayah tersebut meliputi Bengkulu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Manokwari, Jayapura, Nabire, dan Jayawijaya.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang umumnya tidak menimbulkan dampak besar, namun tetap perlu diantisipasi. Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang menurun dapat memengaruhi keselamatan pengguna jalan. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca yang terjadi secara cepat.

Wilayah yang Diprakirakan Berawan Sepanjang Hari

Sementara itu, BMKG mencatat beberapa kota besar lainnya diperkirakan hanya akan mengalami kondisi berawan sepanjang hari. Wilayah yang masuk dalam kategori ini antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pontianak, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, dan Sorong.

Meski tidak diprediksi mengalami hujan, kondisi berawan tetap menunjukkan adanya aktivitas atmosfer yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa kasus, awan tebal dapat berkembang menjadi awan hujan jika didukung oleh faktor meteorologis lainnya. Karena itu, masyarakat di wilayah berawan juga disarankan untuk tetap memantau informasi cuaca terkini.

Pengaruh Eks Siklon Tropis dan Tekanan Rendah

BMKG sebelumnya juga melaporkan adanya fenomena angin kencang yang masih dirasakan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pada Senin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut bahwa angin dengan kecepatan maksimal mencapai 37 kilometer per jam merupakan dampak dari eks Siklon Tropis Luana.

“Kami melihat pengaruh angin kencang saat ini masih ada kaitan dari eks Siklon Tropis Luana,” kata Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi, Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB Ari Wibianto dalam Siniar Gerbang Mendengar di Mataram. Selain itu, ia menjelaskan adanya gangguan siklonik di lapisan angin atas akibat kemunculan pusat tekanan rendah baru di wilayah Australia sebelah timur.

Menurutnya, sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB. Meski demikian, dampaknya tidak sebesar yang ditimbulkan oleh bibit Siklon Tropis 97S sebelumnya. Kondisi ini tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pola cuaca di wilayah sekitarnya.

Dengan berbagai faktor atmosfer yang masih aktif, BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem. Informasi prakiraan cuaca harian diharapkan dapat menjadi panduan dalam merencanakan aktivitas, sekaligus langkah antisipasi untuk meminimalkan risiko akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

Terkini