JAKARTA - Kinerja penjualan PT Zurich Topas Life pada penghujung 2025 mendapat dorongan berarti dari peluncuran produk asuransi penyakit kritis terbarunya.
Produk bernama Zurich Critical Care tersebut mencatat kontribusi signifikan terhadap total premi perusahaan hanya dalam waktu singkat sejak diluncurkan. Capaian ini memperlihatkan respons positif pasar terhadap kebutuhan perlindungan kesehatan yang semakin meningkat di tengah tingginya risiko penyakit kritis di Indonesia.
Keberhasilan Zurich Critical Care tidak hanya mencerminkan efektivitas strategi produk Zurich Life, tetapi juga menandakan pergeseran kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapan finansial menghadapi risiko kesehatan jangka panjang. Dalam konteks industri asuransi jiwa, kontribusi premi yang besar dari produk baru menjadi indikator kuat bahwa segmen asuransi penyakit kritis masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas.
Kontribusi Produk Baru terhadap Premi
PT Zurich Topas Life mengungkapkan bahwa Zurich Critical Care menyumbang sekitar 20% terhadap total penjualan perusahaan pada Desember 2025. Head of Propositions PT Zurich Topas Life, Yohan Dharmawan, menyampaikan bahwa pendapatan premi dari produk ini bahkan melampaui proyeksi awal yang telah disusun manajemen. Realisasi premi disebut mencapai sekitar 1,5 kali dari ekspektasi perusahaan.
“Kalau porsi, mungkin di bulan Desember 2025 produk ini [berkontribusi] sekitar 20% dari total penjualan kita,” kata Yohan seusai konferensi pers peluncuran produk di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Pernyataan ini menegaskan peran strategis Zurich Critical Care dalam menopang kinerja penjualan Zurich Life di akhir tahun.
Capaian tersebut dinilai cukup impresif mengingat produk ini baru diperkenalkan ke pasar dalam kurun waktu sekitar tiga bulan. Dalam periode singkat tersebut, Zurich Life mampu membangun minat nasabah dan mendorong penjualan secara signifikan, menunjukkan kuatnya daya tarik produk di segmen penyakit kritis.
Kesiapan Finansial Hadapi Klaim
Yohan menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat pengajuan klaim untuk Zurich Critical Care. Hal ini wajar mengingat usia produk yang masih relatif baru. Meski demikian, Zurich Life menegaskan telah menyiapkan kesiapan finansial untuk memenuhi kewajiban klaim di masa mendatang seiring dengan bertambahnya jumlah pemegang polis.
Menurut Yohan, kesiapan tersebut merupakan bagian dari prinsip kehati-hatian perusahaan dalam mengelola risiko. Zurich Life memastikan setiap produk yang diluncurkan didukung oleh perhitungan aktuaria yang matang serta manajemen risiko yang kuat, sehingga mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi nasabah.
Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kepercayaan nasabah. Dengan jaminan kesiapan finansial, Zurich Life ingin memastikan bahwa manfaat perlindungan yang dijanjikan dapat direalisasikan secara optimal ketika risiko kesehatan benar-benar terjadi.
Strategi Bisnis Zurich Life 2026
Memasuki 2026, Zurich Life menargetkan peningkatan pendapatan premi bruto atau top line sebagai fokus utama strategi bisnis. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan langkah diversifikasi produk yang terus diperluas, termasuk pengembangan asuransi penyakit kritis sebagai salah satu pilar pertumbuhan.
“Maka dari itu, kami menyiapkan berbagai macam produk. Harapannya, semua produk itu bisa diterima dengan baik oleh segmennya masing-masing,” ujar Yohan. Strategi ini mencerminkan komitmen Zurich Life untuk menjangkau kebutuhan perlindungan yang semakin beragam di masyarakat.
Diversifikasi produk dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika industri asuransi. Dengan portofolio yang lebih luas, Zurich Life berharap dapat mengoptimalkan potensi pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk tertentu.
Pendekatan Preventive Health Care
Direktur Zurich Life, Santy Gui, menambahkan bahwa Zurich Critical Care dirancang tidak hanya sebagai instrumen perlindungan finansial, tetapi juga sebagai bagian dari pendekatan preventive health care. Menurutnya, kesiapan menghadapi risiko kesehatan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga kesiapan finansial.
“Pencegahan bukan hanya tentang menghindari sakit, tetapi tentang kesiapan, baik secara fisik maupun finansial. Dengan perlindungan yang tepat, nasabah dapat mengambil keputusan medis lebih cepat dan fokus pada pemulihan tanpa terbebani kekhawatiran biaya,” tutur Santy. Pendekatan ini diharapkan membantu nasabah menghadapi risiko penyakit kritis dengan lebih tenang.
Konsep preventive health care tersebut selaras dengan tren global industri asuransi yang semakin menekankan peran perlindungan sebagai bagian dari perencanaan kesehatan jangka panjang. Zurich Life melihat pendekatan ini sebagai nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Urgensi Perlindungan Penyakit Kritis
Peluncuran Zurich Critical Care juga didorong oleh meningkatnya urgensi perlindungan penyakit kritis di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 75% kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular dan penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Data tersebut menunjukkan bahwa risiko penyakit kritis merupakan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat. Dalam kondisi ini, asuransi penyakit kritis menjadi instrumen penting untuk membantu keluarga menghadapi beban biaya pengobatan yang tinggi serta menjaga stabilitas finansial.
Zurich Life memandang perlindungan terhadap penyakit kritis bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam perencanaan keuangan. Oleh karena itu, produk ini dirancang dengan cakupan yang luas dan fleksibel agar dapat menjawab kebutuhan nasabah dari berbagai segmen.
Cakupan dan Fitur Produk Zurich Critical Care
Zurich Critical Care memberikan perlindungan terhadap 141 penyakit kritis, yang terdiri dari 88 penyakit kritis tahap akhir dan 53 penyakit tahap awal. Produk ini menawarkan masa perlindungan hingga 20 tahun atau sampai tertanggung berusia 85 tahun, serta dilengkapi fitur perpanjangan otomatis tanpa seleksi risiko ulang.
Produk tersebut tersedia dalam dua pilihan, yaitu Plan Essential yang berfokus pada perlindungan, serta Plan Pro yang mengombinasikan proteksi dengan nilai tabungan. Keduanya menawarkan opsi masa pembayaran premi selama 3, 5, atau 10 tahun dengan premi tetap selama periode pembayaran.
Sebagai gambaran kinerja perusahaan, Zurich Life membukukan pendapatan premi sebesar Rp952,83 miliar pada Desember 2025. Capaian tersebut tumbuh 10,06% secara year on year, menegaskan bahwa kontribusi Zurich Critical Care menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan positif perusahaan.