Kripto

Empat Agenda Kripto Mingguan Penentu Arah Pasar Setelah Tekanan Jual Global Investor

Empat Agenda Kripto Mingguan Penentu Arah Pasar Setelah Tekanan Jual Global Investor
Empat Agenda Kripto Mingguan Penentu Arah Pasar Setelah Tekanan Jual Global Investor

JAKARTA - Setelah melewati fase tekanan jual yang cukup dalam, pasar kripto memasuki pekan ini dengan suasana yang lebih dinamis dan penuh tanda tanya. 

Pelaku pasar mulai mencermati sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga aset digital. Fokus investor tidak lagi semata pada penurunan harga, melainkan pada kemungkinan terbentuknya arah baru yang dapat menentukan apakah pasar mampu pulih atau justru kembali bergejolak.

Pada 26 Januari, pasar mata uang kripto tercatat mengalami penurunan sebesar 1,38% akibat aksi jual paksa dan memburuknya kondisi makroekonomi global. Jika ditarik secara mingguan, penurunan mencapai 6,7% dalam tujuh hari terakhir. Tekanan ini membuat investor lebih berhati-hati dan menunggu katalis yang mampu menggerakkan sentimen secara signifikan.

Bitcoin jatuh di bawah level psikologis US$88.000, sementara Ethereum turun ke bawah US$2.900. Kripto utama lainnya seperti XRP, SOL, DOGE, dan Cardano juga mengalami koreksi. Kondisi ini memunculkan dua kemungkinan besar, yakni awal pembalikan tren ke arah bullish atau justru lanjutan volatilitas seiring investor mengevaluasi ekspektasi jangka pendek mereka.

Di tengah ketidakpastian tersebut, perhatian pasar tertuju pada rangkaian peristiwa ekonomi dan kebijakan yang berlangsung sepanjang pekan. Agenda-agenda ini dinilai berpotensi besar memengaruhi arah pasar kripto dalam waktu dekat.

Tekanan Pasar dan Kondisi Awal Pekan Kripto

Awal pekan ini dibuka dengan sentimen yang masih rapuh di pasar kripto. Penurunan harga yang terjadi sebelumnya mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko global yang meningkat. Tekanan jual tidak hanya dipicu oleh faktor internal kripto, tetapi juga oleh dinamika ekonomi makro yang belum stabil.

Data menunjukkan bahwa Bitcoin berada di bawah US$88.000, sementara Ethereum terkoreksi hingga di bawah US$2.900. Penurunan ini turut menyeret aset kripto besar lainnya, memperlihatkan bahwa koreksi bersifat menyeluruh. Investor global tampak mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai koreksi ini dapat membuka peluang akumulasi jika didukung katalis positif. Oleh karena itu, perhatian kini tertuju pada peristiwa-peristiwa penting yang berlangsung sepanjang minggu dan berpotensi mengubah arah sentimen.

Laporan PDB dan Ketegangan Tarif Perdagangan

Salah satu agenda utama di awal pekan adalah rilis data Produk Domestik Bruto Amerika Serikat untuk kuartal pertama 2025 yang diumumkan pada Senin pagi. Para ekonom memprediksi pertumbuhan sebesar 94%, dan hasil positif ini menandakan perekonomian berhasil menghindari perlambatan.

Sebanyak 68% analis memperkirakan lonjakan ekonomi yang dipimpin oleh Trump, sementara kemungkinan resesi berada di angka 24%. Berdasarkan data dari Polymarket, 85% responden percaya bahwa setidaknya satu ekonomi besar akan mengalami resesi sebelum 2027. Data ini menjadi pertimbangan penting bagi investor kripto.

Selain itu, pasar juga bereaksi terhadap usulan tarif 100% oleh Kanada terhadap barang-barang asal Amerika Serikat. Ketegangan perdagangan ini menambah beban pada pasar kripto yang sudah rapuh, sekaligus meningkatkan risiko volatilitas dalam jangka pendek.

Suntikan Likuiditas The Fed ke Perekonomian

Pada hari Selasa, Federal Reserve dijadwalkan menyuntikkan dana sebesar US$8,3 miliar ke dalam perekonomian pada pukul 09.00 waktu ET. Langkah ini merupakan tahap ketiga dari program quantitative easing senilai US$53 miliar yang telah direncanakan sebelumnya.

Aksi ini dipandang sebagai langkah agresif dalam pembelian aset, termasuk saham dan aset digital. Oleh karena itu, suntikan likuiditas ini menjadi salah satu peristiwa kripto paling penting yang patut dipantau minggu ini oleh investor global.

Di hari yang sama, laporan kepercayaan konsumen Januari juga akan dirilis. Data ini akan memberikan gambaran mengenai suasana hati rumah tangga serta proyeksi pengeluaran mereka, yang dapat memengaruhi persepsi risiko dan minat terhadap aset kripto.

Keputusan Suku Bunga dan Sinyal The Fed

Hari Rabu diperkirakan menjadi titik krusial bagi pasar kripto. Pada pukul 14.00 waktu ET, Federal Reserve akan mengumumkan keputusan suku bunga terbarunya. Pasar hampir sepenuhnya yakin tidak akan ada perubahan, dengan peluang suku bunga bertahan di kisaran 3,50% hingga 3,75% mencapai lebih dari 95%.

Meski demikian, perhatian investor tidak hanya tertuju pada keputusan suku bunga, tetapi juga pada pernyataan resmi FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell yang berlangsung pukul 14.30 ET. Pernyataan tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Selain agenda moneter, laporan pendapatan perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan Tesla juga dijadwalkan rilis. Kinerja perusahaan-perusahaan ini dapat memengaruhi sentimen pasar secara luas, termasuk terhadap aset kripto.

Penutup Pekan dan Risiko Tambahan Pasar

Menjelang akhir pekan, perhatian pasar tertuju pada laporan pendapatan Apple serta revisi neraca keuangan Amerika Serikat yang dirilis pada Kamis. Data ini menjadi indikator penting bagi kondisi sektor korporasi dan stabilitas ekonomi secara umum.

Pekan kemudian ditutup dengan rilis data inflasi PPI bulan Desember dan pidato salah satu pejabat FOMC pada hari Jumat. Informasi ini dapat memperkuat atau melemahkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter di masa mendatang.

Di sisi lain, terdapat peluang sebesar 75%–80% terjadinya penutupan pemerintahan Amerika Serikat akibat kebuntuan anggaran. Pendanaan ICE dan konflik imigrasi telah memblokir proses anggaran, menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Rangkaian peristiwa ini menjadikan pekan ini sangat krusial bagi pasar kripto. Setiap perkembangan dapat menjadi pemicu kebangkitan atau justru memperpanjang tekanan. Investor diharapkan bersiap menghadapi volatilitas tinggi sembari mencermati setiap sinyal yang muncul dari agenda ekonomi dan kebijakan global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index