Harga Bitcoin Tertekan Di Bawah 70.000 Dollar AS Pasar Kripto Volatil Global

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:58:11 WIB
Harga Bitcoin Tertekan Di Bawah 70.000 Dollar AS Pasar Kripto Volatil Global

JAKARTA - Tekanan kembali menyelimuti pasar aset digital dalam perdagangan terbaru. 

Pergerakan harga kripto belum menunjukkan arah yang stabil, meski sempat terjadi upaya pemulihan dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar kembali menjadi sorotan setelah gagal bertahan di level psikologis penting. Situasi ini menegaskan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama pasar kripto saat ini.

Dalam 24 jam terakhir, fluktuasi harga terjadi cukup tajam dan memicu sikap hati hati dari pelaku pasar. Investor cenderung menahan diri untuk mengambil posisi besar sambil menunggu kejelasan arah pergerakan. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kepercayaan pasar belum sepenuhnya pulih. Tekanan jangka pendek pun masih mendominasi sentimen.

Bitcoin Kembali Tertekan Di Bawah Level Psikologis

Pasar kripto bergerak volatil dengan kecenderungan melemah. Harga Bitcoin sebagai aset kripto terbesar tercatat tertekan ke bawah 70.000 dollar Amerika Serikat selama perdagangan 24 jam terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (10/2/2026) pukul 07.38 WIB, harga Bitcoin berada di level 69.966,46 dollar AS atau turun 0,59 persen.

Volume transaksi harian Bitcoin tercatat mencapai 51,12 miliar dollar AS. Angka ini menunjukkan aktivitas perdagangan yang masih cukup tinggi meski harga berada dalam tekanan. Namun, volume tersebut belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan tren. Pasar terlihat masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Tekanan Jangka Menengah Masih Membayangi

Tekanan terhadap Bitcoin tidak hanya terjadi dalam jangka pendek. Dari sisi kinerja mingguan, Bitcoin tercatat terkoreksi 11,15 persen dalam tujuh hari terakhir. Pelemahan berlanjut dalam horizon 30 hari dengan penurunan mencapai 22,63 persen. Bahkan dalam periode 90 hari, koreksi menyentuh angka 32,06 persen.

Meski demikian, dominasi Bitcoin di pasar kripto masih sangat kuat. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar 1,39 triliun dollar AS dengan dominasi pasar mencapai 58,58 persen. Jumlah pasokan yang beredar saat ini sebanyak 19,98 juta BTC dari total pasokan maksimum 21 juta BTC. Fakta ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset utama di ekosistem kripto.

Pergerakan Beragam Aset Kripto Lainnya

Pergerakan aset kripto utama lainnya menunjukkan kinerja yang bervariasi. Ethereum yang berada di peringkat kedua kapitalisasi pasar diperdagangkan di level 2.104,45 dollar AS dan tercatat menguat 1,05 persen. Kenaikan ini memberikan sedikit penopang di tengah tekanan pasar secara keseluruhan.

Tether diperdagangkan di kisaran 0,9995 dollar AS, sementara XRP berada di level 1,439 dollar AS dan menguat 0,65 persen. Di sisi lain, BNB tercatat melemah 0,45 persen ke harga 637,40 dollar AS. USD Coin berada di sekitar 0,9998 dollar AS atau turun tipis 0,02 persen.

Sementara itu, Solana diperdagangkan di level 86,62 dollar AS dan melemah 0,22 persen. Pergerakan yang beragam ini mencerminkan bahwa pasar belum memiliki arah yang seragam. Investor cenderung selektif dan masih menimbang risiko di masing masing aset.

Pasar Derivatif Masih Tunjukkan Sikap Waspada

Pasar derivatif Bitcoin masih menunjukkan tanda tanda kehati hatian. Meski harga sempat bangkit kembali ke kisaran 70.000 dollar AS, pergerakan tersebut belum sepenuhnya direspons positif oleh pelaku pasar. Trader cenderung mengambil posisi aman dan belum berani memasang taruhan besar untuk kelanjutan kenaikan harga.

Mengutip Bloomberg, salah satu sinyal kehati hatian terlihat dari funding rate pada kontrak Bitcoin perpetual. Funding rate merupakan biaya yang dibayarkan antara posisi beli dan jual. Saat ini, funding rate masih berada di bawah nol. Kondisi ini lazim dibaca sebagai sinyal bearish karena menunjukkan ekspektasi penurunan harga.

Pola tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar meminta kompensasi lebih besar untuk menahan posisi beli. Situasi ini memperkuat gambaran bahwa sentimen pasar masih cenderung defensif. Optimisme jangka pendek belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan posisi long.

Minat Transaksi Derivatif Belum Pulih

Selain funding rate, minat transaksi di pasar derivatif juga belum menunjukkan pemulihan berarti. Data dari Coinglass mencatat open interest kontrak berjangka Bitcoin turun sekitar 50 persen dibandingkan puncaknya pada Oktober lalu. Penurunan ini menunjukkan banyak pelaku pasar belum kembali masuk.

Kondisi tersebut menandakan keraguan terhadap arah pergerakan harga. Padahal, Bitcoin sempat memantul dari kisaran 60.000 dollar AS ke sekitar 70.000 dollar AS. Namun pada perdagangan Senin lalu, tidak terlihat lonjakan signifikan pada minat transaksi. Pemulihan harga belum diikuti kepercayaan pasar yang memadai.

Likuiditas Menurun Dan Strategi Konservatif

Likuiditas dan kedalaman pasar dinilai mengalami penurunan cukup tajam sejak kejatuhan harga pada 10 Oktober lalu. Kondisi ini mendorong banyak pelaku pasar mengurangi penggunaan utang atau leverage. Strategi yang lebih konservatif dipilih untuk meminimalkan risiko di tengah ketidakpastian.

“Likuiditas dan kedalaman pasar menurun cukup tajam sejak kejatuhan harga pada 10 Oktober. Karena itu, banyak pelaku pasar memilih mengurangi penggunaan utang dan bersikap lebih konservatif,” ujar Andy Martinez, CEO Crypto Insights Group. Menurutnya, pasar masih mencoba memahami dinamika yang terjadi sejak peristiwa tersebut.

Sikap hati hati ini muncul setelah pergerakan harga Bitcoin yang sangat tajam dalam waktu singkat. Pada Kamis lalu, Bitcoin sempat jatuh hingga 60.033 dollar AS, level terendah sejak Oktober 2024. Sehari kemudian, harga melonjak cepat menembus 70.000 dollar AS. Namun, pada awal pekan ini kembali turun ke bawah level tersebut, menegaskan bahwa volatilitas pasar kripto masih jauh dari mereda.

Terkini