JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan dinamika menarik pada awal perdagangan hari ini.
Setelah melalui sejumlah tekanan dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan membuka sesi Selasa dengan kecenderungan positif. Kenaikan ini mencerminkan respons pelaku pasar terhadap kombinasi sentimen global dan ekspektasi teknikal jangka pendek. Sejak awal perdagangan, optimisme mulai terlihat di sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Pada pembukaan perdagangan Selasa, 10 Februari 2026, IHSG tercatat berada di posisi 8.031,582. Angka tersebut menjadi pijakan awal sebelum indeks bergerak lebih tinggi dalam beberapa menit pertama perdagangan. Aktivitas beli tampak lebih dominan dibandingkan aksi jual di pasar reguler. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa pelaku pasar masih melihat ruang penguatan lanjutan.
Pergerakan Awal IHSG Pagi Hari
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.27 WIB, IHSG langsung meroket sebanyak 54,582 poin. Penguatan tersebut setara dengan kenaikan 0,68 persen sehingga indeks berada di level 8.086,456. Laju penguatan ini menandakan respons cepat pasar terhadap sentimen yang berkembang sejak penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan pun berlangsung cukup ramai sejak awal sesi.
Dari sisi pergerakan saham, mayoritas emiten bergerak di zona hijau pada perdagangan pagi ini. Sebanyak 417 saham tercatat menguat, sementara 150 saham melemah dan 142 saham stagnan. Komposisi ini menunjukkan dominasi sentimen positif di pasar. Investor tampak lebih selektif namun tetap agresif pada saham tertentu.
Aktivitas Transaksi Dan Likuiditas Pasar
Likuiditas pasar pada pagi hari juga terpantau cukup solid. Hingga pukul 09.27 WIB, total nilai transaksi mencapai Rp3,762 triliun. Adapun total saham yang diperdagangkan tercatat sebanyak 8,545 miliar saham. Angka ini menunjukkan minat transaksi yang relatif aktif di awal perdagangan.
Ramainya aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih aktif melakukan penyesuaian portofolio. Baik investor ritel maupun institusi tampak memanfaatkan momentum awal sesi. Pergerakan ini kerap menjadi cerminan arah pasar dalam jangka sangat pendek. Namun demikian, volatilitas masih berpotensi muncul seiring berjalannya perdagangan.
Peluang Penguatan Menurut Analisis Teknikal
Analis MNC Sekuritas menyampaikan pandangan bahwa IHSG secara teknikal masih berpeluang menguat. Dalam jangka pendek, indeks diperkirakan dapat menguji rentang level 8.028 hingga 8.102. Penguatan tersebut sekaligus berpotensi menutup gap yang terbentuk sebelumnya. Namun investor tetap diminta mencermati risiko koreksi.
Dalam riset hariannya, analis MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya peluang koreksi ke area 7.785 hingga 7.904. Disebutkan bahwa support berada di level 7.712 dan 7.547. Sementara itu, resistance terdekat diperkirakan berada di 8.214 dan 8.354. Pernyataan ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar jangka pendek.
Sentimen Global Dari Wall Street
Selain faktor domestik, sentimen global turut memengaruhi pergerakan IHSG. Indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (9/2). Dow Jones Industrial Average bahkan mencatatkan penutupan rekor baru. Penguatan tersebut terjadi saat investor memposisikan diri menjelang rilis data ekonomi penting dan laporan keuangan perusahaan.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,04 persen ke level tertinggi sepanjang masa 50.135,87. Indeks S&P 500 bertambah 0,47 persen menjadi 6.964,82. Sementara itu, Indeks Komposit Nasdaq meningkat 0,9 persen ke level 23.238,67. Kinerja positif ini memberikan sentimen pendukung bagi pasar Asia.
Kinerja Sektor Dan Dinamika Saham Global
Di antara 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, mayoritas mencatatkan kinerja positif. Tujuh sektor berakhir di wilayah hijau pada penutupan perdagangan. Sektor teknologi dan material memimpin kenaikan masing masing sebesar 1,59 persen dan 1,44 persen. Kondisi ini menunjukkan minat investor pada saham berbasis pertumbuhan.
Sebaliknya, sektor barang konsumsi pokok dan perawatan kesehatan tertinggal. Kedua sektor tersebut masing masing turun 0,86 persen. Sektor teknologi sendiri masih menjadi pusat perdebatan terkait dampak kecerdasan buatan. Saham Monday.com Limited bahkan anjlok lebih dari 20 persen usai panduan kinerjanya meleset dari ekspektasi analis.
Rekomendasi Saham Untuk Perdagangan Hari Ini
Sejumlah saham disebut berpotensi menjadi pilihan pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Saham ARCI direkomendasikan buy on weakness setelah menguat 5,30 persen ke Rp1.690. Posisi ARCI dinilai berada di awal wave [iii] dari wave 5 dengan target price Rp1.745 dan Rp1.980. Stoploss disarankan di bawah Rp1.540.
Saham BBCA juga masuk dalam rekomendasi buy on weakness meski terkoreksi 2,28 persen ke Rp7.500. Posisi BBCA diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1. Target price berada di Rp7.750 dan Rp8.525 dengan stoploss di bawah Rp6.750.
HRUM menguat 2,99 persen ke Rp1.035 dan disertai volume pembelian. Saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C. Target price HRUM berada di Rp1.085 dan Rp1.190 dengan stoploss di bawah Rp870.
JPFA turut direkomendasikan buy on weakness setelah naik 2 persen ke Rp2.550. Posisi JPFA diperkirakan berada di akhir wave (4) dari wave [C]. Target price ditetapkan di Rp2.670 dan Rp2.840 dengan stoploss di bawah Rp2.320.