BMKG Peringatkan Dampak Siklon Nuri Empat Wilayah Waspada Hujan Lebat Hari Ini

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00:46 WIB
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Nuri Empat Wilayah Waspada Hujan Lebat Hari Ini

JAKARTA - Perubahan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Indonesia memicu meningkatnya potensi cuaca ekstrem pada pertengahan Maret 2026. 

Fenomena dinamika atmosfer yang terjadi secara bersamaan membuat sejumlah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan dengan intensitas tinggi.

Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memantau perkembangan kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia. Lembaga tersebut mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada Kamis, 12 Maret 2026.

Beberapa wilayah bahkan diminta meningkatkan kesiapsiagaan karena berpotensi mengalami dampak cuaca signifikan. Kondisi ini dipicu oleh berbagai fenomena atmosfer yang saling berinteraksi di kawasan Indonesia dan sekitarnya.

Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca tersebut adalah kemunculan sistem badai tropis yang sedang berkembang di kawasan Samudra Pasifik.

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan

BMKG menginstruksikan empat wilayah di Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Wilayah yang dimaksud mencakup Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Keempat daerah tersebut dinilai memiliki peluang lebih besar mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada hari tersebut.

Prakirawan BMKG, Lintang Alya, menjelaskan bahwa potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh interaksi berbagai fenomena atmosfer yang terjadi secara bersamaan.

"Kombinasi dinamika ke atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Lintang dalam siaran resmi BMKG.

Fenomena atmosfer tersebut memicu pembentukan awan hujan yang berpotensi menghasilkan curah hujan tinggi di sejumlah daerah.

Pengaruh siklon tropis terhadap cuaca Indonesia

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca tersebut adalah kemunculan Siklon Tropis Nuri di kawasan Samudra Pasifik.

Siklon ini berada di wilayah Samudra Pasifik Utara Papua dan menjadi salah satu pemicu pembentukan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia bagian timur.

BMKG mencatat bahwa siklon tropis tersebut bergerak menuju arah timur hingga timur laut. Sistem badai ini membawa kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot dengan tekanan minimum mencapai 1.000 hektapascal.

Pergerakan siklon tersebut juga memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah perairan.

Kondisi tersebut terjadi di perairan utara Halmahera Utara hingga kawasan Samudra Pasifik Utara di wilayah Papua Barat dan Papua.

Daerah konvergensi dan konfluensi ini merupakan area pertemuan massa udara yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.

Faktor atmosfer lain yang memperkuat potensi hujan

Selain pengaruh siklon tropis, BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara.

Keberadaan tekanan rendah tersebut memicu terbentuknya fenomena low level jet yang terpantau di kawasan Laut Timor dan Laut Arafura.

Fenomena ini merupakan aliran angin kencang pada lapisan atmosfer rendah yang dapat memperkuat pembentukan awan hujan.

Kondisi atmosfer tersebut juga diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di beberapa wilayah perairan sekitar Indonesia.

Sirkulasi tersebut berada di Samudra Hindia Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Lampung, serta perairan barat laut Australia.

Interaksi berbagai fenomena atmosfer ini menyebabkan kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia menjadi lebih dinamis.

Potensi hujan di sejumlah kota Indonesia

Selain empat wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan, BMKG juga memantau potensi hujan di sejumlah kota lainnya di Indonesia.

Beberapa daerah bahkan diperkirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi. Kota Sorong diperkirakan berpeluang mengalami hujan disertai petir.

Sementara itu, wilayah Nabire memiliki potensi menghadapi hujan dengan intensitas lebat. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan aktivitas masyarakat.

Di beberapa kota lain seperti Semarang, Mamuju, Kupang, dan Jayapura, hujan dengan intensitas sedang juga diperkirakan terjadi.

Kondisi hujan ringan diprediksi mendominasi sejumlah wilayah lain di Indonesia, khususnya di sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Beberapa kota seperti Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Pangkalpinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Surabaya, Ternate, Manokwari, Jayawijaya, dan Merauke juga berpotensi mengalami hujan ringan.

Variasi kondisi cuaca di wilayah lainnya

Selain hujan, BMKG juga memprakirakan variasi kondisi cuaca lain di sejumlah kota besar di Indonesia.

Beberapa wilayah diperkirakan mengalami kondisi cerah hingga berawan tebal sepanjang hari.

Kota Banda Aceh, Jambi, Jakarta, dan Bandung diprediksi mengalami kondisi cuaca cerah berawan.

Sementara itu, Palembang, Serang, Pontianak, Denpasar, dan Ambon diperkirakan akan mengalami kondisi cuaca berawan tebal.

Selain itu, BMKG juga memantau adanya potensi kondisi udara yang berbeda di beberapa wilayah tertentu.

Kota Padang dilaporkan memiliki potensi kondisi udara berkabut atau berasap.

Sedangkan kota Mataram diperkirakan mengalami kondisi udara kabur.

BMKG juga memproyeksikan bahwa kekuatan Siklon Tropis Nuri akan mengalami penurunan dalam waktu dua hari ke depan.

Dalam 48 jam ke depan, kecepatan angin maksimum siklon diperkirakan menurun menjadi sekitar 15 hingga 20 knot.

Meskipun demikian, arah pergerakan siklon tersebut diperkirakan tetap menuju timur laut.

BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru. Hal ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di wilayah masing-masing.

Terkini