JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum mulai meningkat secara signifikan.
Banyak calon pemudik mulai mencari berbagai pilihan moda transportasi untuk kembali ke kampung halaman, terutama bagi mereka yang belum sempat memesan tiket sejak jauh hari.
Dalam situasi seperti ini, bus menjadi salah satu alternatif perjalanan yang masih banyak dipilih oleh masyarakat. Selain memiliki jaringan rute yang luas, moda transportasi ini juga dikenal fleksibel karena menjangkau berbagai daerah hingga kota-kota kecil.
Salah satu operator transportasi yang masih menyediakan tiket perjalanan untuk mudik Lebaran 2026 adalah Perum DAMRI. Hingga pertengahan Maret 2026, perusahaan transportasi milik negara tersebut masih memiliki ratusan kursi yang dapat dipesan oleh masyarakat.
Ketersediaan tiket ini memberikan peluang bagi calon pemudik yang belum mendapatkan tiket perjalanan. Dengan memilih jadwal keberangkatan yang tingkat keterisian kursinya masih rendah, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan pulang kampung dengan lebih fleksibel.
Kursi bus DAMRI masih tersedia
Perum DAMRI menjadi salah satu operator transportasi darat yang masih menyediakan tiket untuk perjalanan mudik Lebaran tahun ini. Hingga pertengahan Maret 2026, masih tersedia ratusan kursi yang dapat dipesan pada sejumlah rute perjalanan Antar Kota Antar Provinsi atau AKAP.
Ketersediaan kursi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket perjalanan mudik. Dengan adanya pilihan kursi yang masih tersedia, calon penumpang dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan perjalanan mereka.
Pada periode Angkutan Lebaran 2026, DAMRI menyiapkan sekitar 1.800 armada bus yang beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia. Armada tersebut disiapkan untuk melayani perjalanan mudik maupun arus balik selama masa Lebaran.
Secara keseluruhan, kapasitas yang disediakan oleh DAMRI mencapai lebih dari 220.000 kursi. Jumlah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengakomodasi tingginya permintaan transportasi selama periode mudik Lebaran.
Selama periode tersebut, operator transportasi ini menargetkan dapat melayani hingga 2,7 juta penumpang secara nasional, baik untuk perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Tanggal keberangkatan masih tersedia
Berdasarkan data pemesanan tiket hingga 12 Maret 2026, beberapa tanggal keberangkatan menjelang periode puncak mudik mulai menunjukkan peningkatan tingkat keterisian kursi.
Meskipun demikian, masih terdapat sejumlah tanggal perjalanan dengan tingkat okupansi yang relatif rendah. Kondisi ini membuat tiket pada tanggal tersebut masih tersedia dalam jumlah cukup banyak.
Beberapa tanggal keberangkatan yang tingkat keterisian kursinya masih di bawah 30 persen antara lain pada 21 hingga 22 Maret 2026. Selain itu, tanggal 30 Maret hingga 1 April 2026 juga masih memiliki ketersediaan kursi yang cukup banyak.
Kondisi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk tetap merencanakan perjalanan mudik. Dengan memilih tanggal yang masih memiliki kursi kosong, pemudik dapat mengatur perjalanan dengan lebih leluasa.
Sementara itu, beberapa tanggal menjelang puncak arus mudik mulai menunjukkan tingkat pemesanan yang cukup tinggi. Pada tanggal 17 dan 18 Maret 2026 misalnya, tingkat keterisian kursi telah mencapai sekitar 57 persen.
Bagi calon penumpang yang ingin menghindari kepadatan selama perjalanan, memilih jadwal keberangkatan lebih awal atau setelah puncak mudik dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Rute perjalanan dari Jabodetabek
Selain ketersediaan kursi, calon pemudik juga dapat memilih berbagai rute perjalanan yang masih tersedia dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek.
Rute-rute tersebut menghubungkan sejumlah kota tujuan di Pulau Jawa maupun Sumatera yang menjadi destinasi mudik masyarakat setiap tahunnya. Dengan jaringan perjalanan yang luas, bus DAMRI menjadi salah satu moda transportasi yang cukup diminati.
Beberapa kota tujuan yang masih memiliki ketersediaan kursi antara lain Lampung, Palembang, Purwokerto, Purworejo, Yogyakarta, hingga Wonosobo. Kota-kota tersebut merupakan tujuan perjalanan yang cukup populer bagi para pemudik.
Rute perjalanan tersebut menjadi pilihan menarik karena menjangkau berbagai daerah di jalur utama mudik. Selain itu, moda transportasi bus memberikan fleksibilitas karena dapat melayani perjalanan hingga ke wilayah yang tidak terjangkau oleh moda transportasi lain.
Dengan banyaknya pilihan rute yang tersedia, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan sesuai dengan tujuan kampung halaman mereka.
Aturan bagasi penumpang bus
Sebelum melakukan perjalanan menggunakan bus DAMRI, penumpang perlu memahami ketentuan bagasi yang berlaku selama perjalanan. Hal ini penting agar proses keberangkatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Untuk layanan Big Bus dan Medium Bus, setiap penumpang diperbolehkan membawa bagasi dengan berat maksimal 20 kilogram. Ketentuan ini berlaku untuk barang bawaan yang disimpan di bagasi kendaraan.
Selain batas berat, terdapat pula ketentuan mengenai ukuran maksimal barang bawaan. Bagasi yang diperbolehkan memiliki ukuran maksimal 70 cm x 48 cm x 30 cm.
Penumpang disarankan menyesuaikan barang bawaan dengan ketentuan tersebut sebelum melakukan perjalanan. Dengan mengikuti aturan yang berlaku, proses pemeriksaan barang di terminal dapat berlangsung lebih cepat.
Ketentuan ini juga bertujuan untuk menjaga kenyamanan seluruh penumpang selama perjalanan.
Fasilitas membawa sepeda lipat
Selain bagasi umum, DAMRI juga memberikan fasilitas tambahan bagi penumpang yang ingin membawa sepeda ke kampung halaman. Fasilitas ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap menggunakan sepeda selama berada di daerah asal.
Namun terdapat beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan oleh penumpang. Sepeda yang diperbolehkan dibawa hanya jenis sepeda lipat dengan berat maksimal 20 kilogram.
Selain itu, ukuran roda sepeda juga dibatasi agar dapat ditempatkan dengan aman di dalam bagasi kendaraan. Sepeda yang diperbolehkan memiliki ukuran roda maksimal 22 inci.
Dengan mengikuti aturan bagasi tersebut, proses perjalanan diharapkan dapat berlangsung lebih tertib serta memberikan kenyamanan bagi seluruh penumpang yang menggunakan layanan bus DAMRI selama musim mudik Lebaran 2026.