Hyundai Pamerkan Mobil Listrik Ioniq 9 Di Jakarta Namun Belum Dijual

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00:49 WIB
Hyundai Pamerkan Mobil Listrik Ioniq 9 Di Jakarta Namun Belum Dijual

JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin menarik perhatian berbagai produsen otomotif global. 

Banyak perusahaan otomotif mulai memperkenalkan model terbaru mereka untuk melihat respons pasar sebelum memutuskan memasarkan produk secara resmi.

Salah satu produsen yang ikut meramaikan perkembangan kendaraan listrik di Indonesia adalah Hyundai Motor Company. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan tersebut terus memperluas lini kendaraan listriknya di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baru-baru ini Hyundai memperkenalkan salah satu model kendaraan listrik terbarunya kepada publik di Jakarta. Kehadiran mobil tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik terbaru kepada masyarakat.

Mobil listrik yang diperkenalkan tersebut adalah Hyundai Ioniq 9 yang tampil dalam sebuah acara khusus di ibu kota.

Perkenalan Ioniq 9 di Jakarta kepada publik

PT Hyundai Motors Indonesia resmi memperkenalkan mobil listrik terbarunya, Hyundai Ioniq 9, kepada publik di Jakarta.

Mobil listrik tersebut dipamerkan di N Brand Experience Center yang berada di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Maret.

Meski kendaraan tersebut sudah hadir di Indonesia, Hyundai belum memasukkannya ke dalam daftar kendaraan yang dipasarkan secara resmi melalui jaringan dealer.

Kehadiran mobil ini lebih difokuskan untuk memperkenalkan teknologi dan desain kendaraan listrik terbaru milik Hyundai kepada masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengukur potensi pasar kendaraan listrik premium di Indonesia.

Belum dipasarkan secara resmi di Indonesia

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa Hyundai Ioniq 9 belum bisa dipasarkan secara resmi di Indonesia.

Menurutnya, hingga saat ini kendaraan tersebut memang belum masuk dalam daftar produk yang dijual melalui dealer Hyundai di Indonesia.

"Kalau untuk Hyundai Ioniq 9 sampai saat ini memang belum dikomersialkan atau belum ada daftar jenis kendaraan yang kami dijual di Hyundai melalui dealer-dealer kami," ungkap Frans saat ditemui di Jakarta Selatan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih melakukan berbagai kajian sebelum memutuskan untuk memasarkan kendaraan tersebut secara luas.

Keputusan tersebut biasanya didasarkan pada berbagai pertimbangan, termasuk potensi pasar dan minat konsumen.

Digunakan untuk operasional internal dan studi pasar

Frans menjelaskan bahwa mobil listrik tersebut saat ini digunakan untuk kebutuhan operasional internal perusahaan.

Selain itu, kendaraan ini juga dimanfaatkan untuk mempelajari potensi pasar kendaraan listrik premium di Indonesia.

"Kenapa ko mobilnya ada, tetapi berseliweran di jalan? Ya, kami sebenarnya melakukan evaluasi juga apakah mobil tersebut akan mendapatkan kesempatan di pasar indonesia," tuturnya.

Menurut Frans, setiap produk baru yang ingin dipasarkan biasanya melalui tahap evaluasi untuk melihat respons pasar terlebih dahulu.

Proses ini menjadi bagian penting dalam menentukan apakah sebuah model kendaraan layak dipasarkan secara luas.

Evaluasi pasar sebelum produk dikomersialkan

Hyundai menilai respons pasar menjadi faktor penting sebelum memutuskan menjual sebuah kendaraan secara resmi.

Frans menjelaskan bahwa pendekatan tersebut juga diterapkan pada berbagai layanan mobilitas yang dikembangkan oleh perusahaan.

Salah satu contohnya adalah program mobilitas bernama Hyundai Subscribe yang sebelumnya juga melalui tahap evaluasi sebelum diperluas.

"Hyundai Subscribe dilakukan evaluasi dulu dengan satu model, kemudian dilihat animonya oke atau tidak. Kalau animonya bagus ya kami akan perkenalkan," tuturnya.

Pendekatan ini dianggap penting untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.

Dengan cara tersebut, perusahaan dapat mengurangi risiko kegagalan produk di pasar.

Spesifikasi baterai dan kemampuan jarak tempuh

Hyundai Ioniq 9 dilengkapi dengan baterai berkapasitas besar yang dirancang untuk memberikan jarak tempuh panjang.

Mobil listrik ini menggunakan baterai dengan kapasitas 110,3 kilowatt-jam yang memungkinkan kendaraan menempuh jarak cukup jauh dalam sekali pengisian daya.

Pada varian penggerak roda belakang, kendaraan ini mampu menempuh jarak maksimum hingga 532 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Kemampuan tersebut menjadikan Ioniq 9 sebagai salah satu kendaraan listrik dengan jarak tempuh yang cukup kompetitif di kelasnya.

Selain performa baterai, kendaraan ini juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Desain aerodinamis dan kabin luas untuk kenyamanan

Desain Hyundai Ioniq 9 terinspirasi dari estetika kapal yang memberikan tampilan futuristis sekaligus aerodinamis.

SUV listrik tiga baris ini memiliki koefisien hambatan udara sebesar 0,259 yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di kelas SUV besar.

Selain desain eksterior yang modern, kendaraan ini juga menawarkan kabin yang luas dan nyaman bagi penumpang.

Ioniq 9 tersedia dalam konfigurasi enam maupun tujuh kursi sehingga cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga.

Di pasar global, kendaraan ini memiliki kisaran harga antara 67,15 juta won hingga 79,41 juta won atau sekitar Rp750 juta hingga Rp888 juta, belum termasuk subsidi pemerintah.

Melalui model ini, Hyundai menargetkan Ioniq 9 menjadi SUV listrik andalan mereka dengan menggabungkan desain inovatif, jarak tempuh panjang, serta kenyamanan premium untuk menarik minat pasar domestik maupun global.

Terkini