Mobil Listrik Natrium Ion Pertama Dunia Siap Diluncurkan Massal Pada Tahun 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00:50 WIB
Mobil Listrik Natrium Ion Pertama Dunia Siap Diluncurkan Massal Pada Tahun 2026

JAKARTA - Perkembangan teknologi kendaraan listrik terus mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. 

Berbagai produsen otomotif berlomba menghadirkan inovasi baru untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, serta performa kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Salah satu inovasi terbaru datang dari industri otomotif Tiongkok yang memperkenalkan teknologi baterai baru sebagai alternatif dari baterai lithium-ion yang selama ini mendominasi pasar kendaraan listrik.

Teknologi tersebut adalah baterai natrium-ion yang mulai dipertimbangkan sebagai solusi baru untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik di masa depan.

Salah satu kendaraan pertama yang akan menggunakan teknologi ini adalah mobil listrik yang dikembangkan oleh produsen otomotif Tiongkok.

Mobil listrik pertama dengan baterai natrium ion

Produsen otomotif asal Tiongkok memperkenalkan mobil listrik pertama di dunia yang menggunakan baterai natrium-ion atau Na-ion.

Kendaraan listrik tersebut adalah Changan Nevo A06 yang dikembangkan bersama oleh Changan Automobile dan produsen baterai terbesar dunia, Contemporary Amperex Technology Co. Limited.

Menurut laporan dari Live Science, kendaraan ini juga dikenal dengan nama Qiyuan A06 di pasar domestik Tiongkok.

Mobil tersebut menjadi kendaraan penumpang pertama yang diproduksi secara massal menggunakan teknologi baterai natrium-ion.

Inovasi ini dipandang sebagai langkah penting dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik global.

Teknologi baterai Naxtra yang digunakan kendaraan

Mobil listrik Nevo A06 menggunakan baterai baru yang dikembangkan oleh CATL dengan nama Naxtra.

Baterai tersebut memiliki kapasitas sebesar 45 kilowatt-hour dan pertama kali diperkenalkan kepada publik pada April 2025.

Teknologi baterai ini dirancang untuk memberikan performa yang cukup kompetitif dibandingkan baterai kendaraan listrik yang ada saat ini.

Perwakilan CATL menyebutkan bahwa baterai tersebut mampu membawa kendaraan menempuh jarak hingga 248 mil atau sekitar 400 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Dengan kemampuan tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai natrium-ion dinilai mulai mampu bersaing dengan kendaraan listrik berbasis lithium-ion.

Kemampuan pengisian daya yang jauh lebih cepat

Selain menawarkan jarak tempuh yang cukup jauh, baterai natrium-ion juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan pengisian daya.

Perwakilan Changan menyatakan bahwa mobil listrik Nevo A06 mampu mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 15 menit.

Kecepatan pengisian ini menjadi salah satu daya tarik utama dari teknologi baterai natrium-ion.

Sebagai perbandingan, waktu pengisian tersebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan Tesla Model Y yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai 80 persen pengisian pada pengisi daya 100 kilowatt.

Data tersebut berdasarkan informasi dari situs pengisian kendaraan listrik Electra.

Dengan kemampuan pengisian yang cepat, kendaraan listrik ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna.

Rencana peluncuran mobil listrik pada tahun 2026

Mobil listrik Nevo A06 diperkirakan akan mulai diluncurkan secara resmi pada pertengahan tahun 2026.

Peluncuran kendaraan ini dipandang sebagai tonggak penting dalam pengembangan teknologi baterai natrium-ion di industri otomotif.

Kendaraan ini juga menjadi salah satu mobil listrik pertama yang memanfaatkan teknologi tersebut secara komersial.

Para pengamat industri menilai peluncuran kendaraan ini dapat membuka jalan bagi pengembangan kendaraan listrik dengan teknologi baterai baru di masa depan.

Jika teknologi ini terbukti efektif, produsen otomotif lainnya kemungkinan akan mulai mempertimbangkan penggunaan baterai natrium-ion.

Langkah tersebut berpotensi mengubah arah perkembangan teknologi kendaraan listrik secara global.

Keunggulan baterai natrium ion dibandingkan lithium ion

Para ilmuwan menilai baterai natrium-ion memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion yang saat ini banyak digunakan.

Salah satu keunggulannya adalah potensi biaya produksi yang lebih rendah karena bahan baku natrium lebih melimpah dibandingkan lithium.

Selain itu, teknologi ini juga dinilai memiliki tingkat keamanan yang lebih baik dibandingkan baterai lithium-ion.

Baterai natrium-ion juga dikenal lebih tahan terhadap suhu ekstrem sehingga dapat mempertahankan performa kendaraan listrik dalam kondisi cuaca yang sangat dingin maupun panas.

Hal ini menjadi keuntungan penting bagi kendaraan listrik yang digunakan di berbagai kondisi iklim.

Kemampuan bertahan dalam suhu ekstrem

Dalam pengumuman awal produk Naxtra, CATL menyatakan bahwa baterai natrium-ion tersebut dapat beroperasi pada rentang suhu yang sangat luas.

Baterai tersebut mampu bekerja pada suhu mulai dari minus 40 derajat Celsius hingga 70 derajat Celsius.

Bahkan pada suhu terendah, baterai ini masih mampu mempertahankan sekitar 90 persen muatan listrik yang dapat digunakan.

Kemampuan ini membuat baterai natrium-ion dianggap lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem dibandingkan baterai lithium-ion.

Keunggulan tersebut membuka peluang penggunaan kendaraan listrik di wilayah dengan suhu yang sangat dingin maupun sangat panas.

Dengan kemampuan tersebut, teknologi baterai natrium-ion dipandang memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan kendaraan listrik global.

Meski saat ini kapasitas energinya masih lebih rendah dibandingkan baterai lithium-ion, teknologi ini terus dikembangkan agar dapat digunakan secara lebih luas.

Selama ini baterai natrium-ion lebih banyak digunakan pada sistem penyimpanan energi skala jaringan listrik.

Namun dengan hadirnya kendaraan seperti Changan Nevo A06, teknologi tersebut mulai dipertimbangkan sebagai alternatif baru bagi kendaraan listrik di masa depan.

Terkini