Kereta Api Rangkasbitung Merak Hanya Sampai Cilegon Saat Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00:54 WIB
Kereta Api Rangkasbitung Merak Hanya Sampai Cilegon Saat Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Arus mudik Lebaran setiap tahun selalu memicu lonjakan pergerakan masyarakat menuju berbagai daerah.

Salah satu jalur yang dipadati pemudik adalah kawasan menuju pelabuhan penyeberangan di wilayah Banten yang menjadi akses menuju Pulau Sumatra.

Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan sejumlah pengaturan transportasi. Langkah ini diambil agar mobilitas pemudik tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan penumpukan penumpang di titik tertentu.

Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah penyesuaian perjalanan kereta api pada rute Rangkasbitung menuju Merak selama periode mudik Lebaran 2026.

Pemerintah Provinsi Banten mengumumkan bahwa perjalanan kereta api tujuan Merak akan mengalami perubahan selama masa arus mudik dan arus balik.

Penyesuaian perjalanan kereta api selama periode mudik

Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan adanya rekayasa perjalanan kereta api rute Rangkasbitung menuju Merak selama periode mudik Lebaran 2026.

Kebijakan tersebut membuat perjalanan kereta api tidak lagi berhenti di Stasiun Merak selama periode tertentu.

Sebagai gantinya, kereta api hanya akan melayani perjalanan hingga Stasiun Cilegon.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut berlaku selama masa arus mudik dan arus balik.

"Per tanggal 13 sampai dengan 20 Maret, seperti masa arus mudik dan balik, kereta tidak sampai Stasiun Merak, tapi hanya sampai Stasiun Cilegon," kata Tri Nurtopo, Rabu.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatur pergerakan penumpang agar tidak terjadi penumpukan di kawasan pelabuhan.

Alasan pemilihan Stasiun Cilegon sebagai pemberhentian akhir

Menurut Tri, pemilihan Stasiun Cilegon sebagai titik akhir perjalanan kereta api dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai aspek operasional dan kapasitas penumpang.

Salah satu alasan utama adalah untuk menghindari kepadatan penumpang yang biasanya meningkat tajam di kawasan sekitar pelabuhan saat musim mudik.

Selain itu, Stasiun Cilegon dinilai memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk menampung penumpang kereta api selama periode lonjakan perjalanan tersebut.

Dengan menghentikan perjalanan kereta api di Stasiun Cilegon, pemerintah berharap arus penumpang dapat diatur dengan lebih baik sebelum menuju pelabuhan.

Langkah ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di jalur menuju kawasan pelabuhan penyeberangan.

Transportasi lanjutan menuju Krenceng dan Merak

Meskipun kereta api tidak berhenti langsung di Stasiun Merak, pemerintah tetap menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan.

Setelah Stasiun Cilegon, sebenarnya masih terdapat dua stasiun lain yang berada di jalur tersebut, yaitu Stasiun Krenceng dan Stasiun Merak.

Untuk memudahkan mobilitas penumpang, pemerintah menyediakan angkutan umum yang akan mengantar penumpang menuju kedua stasiun tersebut.

"Akan ada angkot yang akan mengantar ke Krenceng dan Merak. Karena kan ada dua stasiun lagi setelah itu," katanya.

Dengan adanya layanan transportasi lanjutan ini, penumpang tetap dapat mencapai tujuan mereka meskipun perjalanan kereta api hanya sampai di Stasiun Cilegon.

Kebijakan tersebut diharapkan tetap memberikan kemudahan bagi pemudik yang menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama.

Persiapan fasilitas dan pengawasan di kawasan pelabuhan

Selain melakukan pengaturan perjalanan kereta api, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di lapangan.

Tri menyampaikan bahwa berbagai perlengkapan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik, termasuk di kawasan pelabuhan.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Pelabuhan Ciwandan yang dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan aktivitas selama musim mudik.

"Sudah disiapkan perlengkapan di lapangan, di Pelabuhan Ciwandan juga sudah siap. Kita ada 19 titik, tapi ada mudik sama wisata. Jadi nanti beberapa orang yang selesai dari pengawasan arus mudik, kalau sudah sepi dipindahkan ke jalur wisata," ujarnya.

Persiapan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses perjalanan pemudik dapat berlangsung dengan tertib dan aman.

Selain arus mudik, pemerintah juga memperhatikan pergerakan wisatawan yang biasanya meningkat selama masa libur Lebaran.

Penempatan pos pengaturan lalu lintas di berbagai titik strategis

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama periode mudik, Dinas Perhubungan Banten juga menyiapkan sejumlah pos pengaturan lalu lintas.

Tercatat ada 13 Pos Pengaturan Lalu Lintas atau Pos Gatur Lalin yang disiapkan di berbagai titik vital.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pengawasan antara lain exit Tol Merak, flyover Merak, Simpang Kantor KSKP Merak, hingga rest area Km 68A di ruas Tol Tangerang Merak.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan di sejumlah simpang penting seperti Simpang JLS Ciwandan dan Simpang PCI Cilegon.

Langkah ini diambil untuk memastikan pergerakan kendaraan menuju pelabuhan maupun kawasan wisata tetap terkendali.

Dengan adanya pos pengaturan lalu lintas tersebut, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung dan melakukan pengaturan jika terjadi kepadatan.

Pengawasan juga difokuskan pada jalur menuju kawasan wisata

Tidak hanya arus mudik, pemerintah juga memperhatikan potensi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata di wilayah Banten.

Beberapa lokasi wisata yang menjadi perhatian antara lain kawasan Mercusuar Anyer, Pasar Anyer, serta sejumlah simpang menuju pantai di wilayah tersebut.

Selain itu, pengawasan juga dilakukan di exit Tol Rangkasbitung dan Simpang Bitung di Kabupaten Tangerang.

Langkah ini diambil karena kawasan wisata pantai di Banten sering menjadi tujuan masyarakat saat libur Lebaran.

Dengan pengawasan yang lebih intensif, pemerintah berharap arus lalu lintas menuju kawasan wisata tetap terkendali.

Melalui berbagai langkah pengaturan transportasi ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait berupaya memastikan perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Terkini