Bank Bjb Catat Permintaan Sustainability Bond Tahap II Capai Rp932,4 Miliar Investor

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:08:07 WIB
Bank Bjb Catat Permintaan Sustainability Bond Tahap II Capai Rp932,4 Miliar Investor

JAKARTA - Instrumen investasi berbasis keberlanjutan semakin diminati oleh pelaku pasar keuangan dalam beberapa tahun terakhir. 

Kesadaran terhadap pentingnya pembiayaan yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial membuat banyak investor mulai melirik produk keuangan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Perbankan nasional pun mulai aktif menghadirkan berbagai instrumen yang tidak hanya menawarkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu instrumen yang banyak dikembangkan adalah obligasi berbasis keberlanjutan atau sustainability bond.

Melalui instrumen ini, lembaga keuangan dapat menghimpun dana dari investor sekaligus menyalurkannya untuk proyek-proyek yang memiliki nilai ekonomi dan sosial. Pendanaan tersebut biasanya diarahkan untuk kegiatan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di tengah tren tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau bank bjb mencatatkan minat investor yang tinggi terhadap penerbitan obligasi berkelanjutan yang ditawarkan kepada publik.

Permintaan investor terhadap sustainability bond

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai Rp932,4 miliar, menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap kinerja serta prospek bisnis bank bjb ke depan.

Minat investor tersebut tercermin dari proses bookbuilding yang berlangsung pada 13 Februari hingga 2 Maret 2026. Selama periode tersebut, investor memberikan respons positif terhadap instrumen investasi yang ditawarkan oleh bank bjb.

Tingginya permintaan terhadap obligasi ini menjadi indikator bahwa pasar menilai prospek bisnis bank bjb tetap kuat serta memiliki potensi pertumbuhan yang menjanjikan di masa mendatang.

Selain itu, instrumen investasi berbasis keberlanjutan juga semakin diminati karena dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus dampak sosial yang lebih luas.

Pilihan seri obligasi yang ditawarkan

Dalam penerbitan Sustainability Bond Tahap II ini, bank bjb menawarkan dua pilihan seri obligasi kepada investor.

Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon indikatif sebesar 5,45 persen hingga 6,05 persen. Sementara itu, Seri B memiliki tenor lima tahun dengan kupon indikatif sebesar 5,70 persen hingga 6,30 persen.

Corporate Secretary bank bjb, Herfinia dalam keterangannya di Jakarta, Kamis menjelaskan bahwa instrumen ini memberikan kesempatan bagi investor untuk berinvestasi secara bertanggung jawab dengan tetap memperoleh imbal hasil yang kompetitif.

Instrumen ini juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia melalui pembiayaan berbagai sektor yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Sustainability Bond bank bjb dengan total target dana sebesar Rp2 triliun.

Rekam jejak penerbitan obligasi sebelumnya

Sebelum penerbitan tahap kedua ini, bank bjb telah lebih dahulu menerbitkan Sustainability Bond tahap pertama pada tahun 2024.

Pada penerbitan sebelumnya, nilai obligasi yang ditawarkan mencapai Rp1 triliun dan berhasil menarik minat investor dalam jumlah besar.

Obligasi tersebut bahkan mencatatkan tingkat kelebihan permintaan atau oversubscribe hingga 4,66 kali dari target awal yang ditetapkan.

Keberhasilan penerbitan tahap pertama menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan investor terhadap instrumen investasi yang ditawarkan oleh bank bjb.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pasar memiliki minat yang besar terhadap produk investasi yang menggabungkan potensi keuntungan finansial dengan tujuan keberlanjutan.

Peringkat kredit dan dukungan penjamin emisi

Dari sisi kualitas kredit, obligasi ini memperoleh peringkat idAA atau Double A dari Pefindo yang mencerminkan kemampuan Perseroan yang sangat kuat dalam memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Peringkat tersebut menjadi salah satu faktor penting yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen obligasi yang diterbitkan oleh bank bjb.

Selain itu, kerangka kerja Sustainability Bond bank bjb juga telah memperoleh penilaian “Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan” dari lembaga independen SDGs Hub Universitas Indonesia.

Untuk mendukung penerbitan obligasi tersebut, bank bjb menggandeng lima perusahaan penjamin emisi terkemuka.

Perusahaan tersebut yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Obligasi ini selanjutnya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperdagangkan secara luas di pasar sekunder.

Pemanfaatan dana untuk pembiayaan berkelanjutan

Dana yang diperoleh dari penerbitan Sustainability Bond ini seluruhnya akan digunakan untuk mendukung pembiayaan baru maupun pembiayaan ulang.

Pembiayaan tersebut akan diarahkan pada kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial.

Hal ini sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang penerbitan dan persyaratan efek bersifat utang dan sukuk berlandaskan keberlanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, bank bjb menyatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan.

Hingga Desember 2025, sustainable portfolio bank bjb telah mencapai Rp14,3 triliun yang disalurkan untuk berbagai sektor seperti kegiatan usaha berwawasan lingkungan, pembiayaan UMKM, serta sektor sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Selain dari sisi pembiayaan, komitmen keberlanjutan juga diterapkan bank bjb dalam operasional perusahaan.

Perseroan terus memperkuat pengelolaan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission.

Upaya tersebut juga diperkuat melalui partisipasi bank bjb dalam Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE GRK sebagai bagian dari strategi mitigasi emisi karbon.

Bank bjb juga menjadi salah satu bank pada fase pertama yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test atau CRST sebagai langkah untuk mengintegrasikan risiko perubahan iklim ke dalam manajemen risiko perusahaan.

Berbagai langkah strategis tersebut menegaskan posisi bank bjb sebagai institusi keuangan yang konsisten mengintegrasikan prinsip Environmental Social and Governance dalam strategi bisnisnya.

Melalui pengembangan portofolio pembiayaan berkelanjutan, bank bjb optimistis dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang selaras dengan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Terkini