Arsenal

Cedera Parah Mikel Merino Hantam Arsenal Arteta Akui Kehilangan Hingga Musim Berakhir

Cedera Parah Mikel Merino Hantam Arsenal Arteta Akui Kehilangan Hingga Musim Berakhir
Cedera Parah Mikel Merino Hantam Arsenal Arteta Akui Kehilangan Hingga Musim Berakhir

JAKARTA - Arsenal harus menerima kabar buruk di tengah persaingan ketat musim 2025/2026 setelah memastikan Mikel Merino absen hingga kompetisi berakhir. 

Gelandang asal Spanyol itu dipastikan menepi lama akibat cedera patah tulang kaki yang membutuhkan tindakan operasi. Situasi ini memaksa The Gunners mengatur ulang kekuatan lini tengah mereka di fase krusial musim.

Merino terakhir kali tampil saat Arsenal kalah dramatis 2-3 dari Manchester United pada 25 Januari lalu. Sejak laga tersebut, ia tidak kembali ke lapangan dan pemeriksaan lanjutan mengonfirmasi tingkat cedera yang lebih serius. Klub telah menjadwalkan operasi kaki Merino pada Senin mendatang sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka menyampaikan rasa kecewanya atas situasi ini. Ia mengakui absennya Merino merupakan kerugian besar bagi tim, terutama karena peran unik sang pemain di lini tengah. Arteta juga memastikan Merino akan menepi sekitar empat bulan.

“Ini pukulan besar bagi kami. Mikel memberikan sesuatu yang unik untuk tim, namun sayangnya ia harus menepi cukup lama karena cedera yang sangat jarang terjadi,” ujar Arteta.

Dampak Besar pada Keseimbangan Tim

Absennya Merino membuat Arsenal kehilangan salah satu motor permainan di lini tengah. Sepanjang musim ini, ia menjadi figur penting dalam menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Pergerakannya tanpa bola serta kemampuannya membaca permainan memberi dimensi tambahan bagi skema Arteta.

Arteta menegaskan bahwa meski Merino tidak bisa bermain, kehadirannya tetap dibutuhkan di sekitar tim. Menurutnya, peran non-teknis Merino tetap memberi pengaruh positif terhadap ruang ganti dan dinamika skuad. Arsenal berusaha memastikan sang pemain tetap merasa menjadi bagian penting dari perjalanan tim.

Kehilangan ini juga datang di saat Arsenal masih bersaing di beberapa kompetisi. Konsistensi permainan menjadi tuntutan utama, sementara opsi rotasi di lini tengah kini semakin terbatas. Kondisi tersebut memaksa Arteta memaksimalkan pemain yang ada.

Antisipasi Transfer yang Tak Terwujud

Tingkat keseriusan cedera Merino sebenarnya mulai terdeteksi menjelang penutupan bursa transfer Januari. Arsenal sempat menjajaki kemungkinan mendatangkan gelandang tengah baru sebagai langkah antisipasi atas absennya pemain asal Spanyol itu.

Beberapa nama sempat masuk radar klub, di antaranya Sandro Tonali, Leon Goretzka, hingga Alex Oxlade-Chamberlain. Namun hingga jendela transfer ditutup, Arsenal memutuskan tidak merekrut pemain baru di sektor tersebut.

Keputusan ini kini membuat The Gunners harus menjalani sisa musim tanpa tambahan tenaga di lini tengah. Situasi tersebut menuntut fleksibilitas taktik serta kesiapan mental pemain pelapis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Merino.

Fokus Pemulihan dan Target Piala Dunia

Selain fokus pada pemulihan bersama Arsenal, Merino juga memiliki target besar lain di depan mata. Laporan media Spanyol, Cope, menyebutkan bahwa proses rehabilitasinya turut diarahkan agar ia siap membela Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada 11 Juni.

Merino menargetkan kembali berlatih bersama Arsenal sebelum musim ini benar-benar berakhir. Langkah itu dilakukan untuk membuktikan kondisi kebugarannya sekaligus menjaga peluang masuk dalam skuad Piala Dunia. Komitmen tersebut terlihat dari kehadirannya di Emirates Stadium akhir pekan lalu.

Ia tampak menyaksikan langsung kemenangan 3-0 Arsenal atas Sunderland. Kehadiran itu menjadi sinyal bahwa Merino tetap ingin dekat dengan tim meski tidak bisa berkontribusi di lapangan.

Penjelasan Cedera yang Jarang Terjadi

Ayah Merino turut memberikan penjelasan mengenai kondisi cedera yang dialami putranya. Ia menyebut cedera tersebut sebagai stress fracture yang tergolong langka dan memiliki tingkat ketidakpastian dalam proses pemulihannya.

“Cedera ini cukup jarang dan tidak memiliki riwayat pemulihan yang jelas. Tapi Mikel menerima situasi ini dengan baik. Cedera memang tidak pernah datang di waktu yang tepat, namun masih ada cedera lain yang jauh lebih buruk,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap realistis keluarga Merino dalam menghadapi situasi sulit ini. Dukungan mental dinilai menjadi aspek penting agar sang pemain bisa melalui masa rehabilitasi dengan baik.

Dukungan Penuh dari Klub

Dalam pernyataan resmi klub, Arsenal memastikan seluruh elemen tim memberikan dukungan penuh kepada Merino. Klub menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan proses pemulihan berjalan optimal tanpa tekanan berlebihan.

“Mikel akan menjalani operasi dan memulai program pemulihan. Targetnya adalah kembali berlatih penuh sebelum akhir musim. Semua pihak berkomitmen membantu Mikel agar segera kembali ke kondisi terbaiknya,” tulis Arsenal.

Absennya Merino menjadi ujian besar bagi Arsenal dalam menjaga konsistensi performa di sisa musim. Di tengah ketatnya persaingan domestik dan Eropa, Arteta dituntut menemukan solusi agar keseimbangan tim tetap terjaga meski kehilangan salah satu pilar pentingnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index