Danantara

Danantara Dorong Proyek Hilirisasi Bernilai US$ 26 Miliar Perkuat Industri Nasional

Danantara Dorong Proyek Hilirisasi Bernilai US$ 26 Miliar Perkuat Industri Nasional
Danantara Dorong Proyek Hilirisasi Bernilai US$ 26 Miliar Perkuat Industri Nasional

JAKARTA - Transformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara terus didorong melalui berbagai strategi penguatan portofolio dan investasi jangka panjang. 

Salah satu langkah yang kini mendapat perhatian adalah pengembangan proyek hilirisasi industri dengan nilai investasi besar yang diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Setelah berjalan selama satu tahun, Danantara Indonesia melalui Danantara Asset Management (DAM) mengklaim telah menggarap berbagai proyek hilirisasi yang memiliki potensi nilai investasi hingga mencapai US$ 26 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas industri nasional sekaligus memperkuat rantai nilai di berbagai sektor strategis.

Langkah tersebut dilakukan tidak hanya untuk memperbesar skala industri, tetapi juga untuk menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Dengan hilirisasi yang semakin berkembang, pemerintah berharap industri nasional mampu meningkatkan daya saing di tingkat global.

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menjelaskan bahwa berbagai proyek dengan nilai investasi jumbo tersebut saat ini telah memasuki tahap pembangunan sejak Februari 2026. Proyek-proyek ini tersebar di beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyek Hilirisasi Didorong di Berbagai Sektor Industri

Investasi yang digarap melalui DAM mencakup sejumlah sektor industri yang dinilai memiliki prospek kuat. Beberapa di antaranya adalah pengolahan mineral, pengembangan energi berbasis bio, hingga sektor pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Proyek-proyek yang sedang didorong antara lain pengolahan alumina dan bauksit yang menjadi bagian penting dari industri mineral nasional. Selain itu, terdapat pula pengembangan bioavtur serta bioethanol yang diharapkan dapat mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.

Di sektor pangan, DAM juga mendorong pengembangan industri ayam terintegrasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Tidak hanya itu, pengolahan garam industri juga masuk dalam daftar proyek yang sedang dikembangkan.

"Inisiatif serupa juga akan terus dikembangkan pada sektor mineral, energi, pangan, dan agrikultur di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai nilai industri nasional serta menciptakan nilai ekonomi riil yang berkelanjutan," ujar Rosan dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).

Menurut Rosan, pengembangan proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang yang bertujuan memperkuat struktur industri nasional sekaligus membuka peluang investasi yang lebih luas.

Peran DAM Dalam Transformasi Portofolio BUMN

Melalui Danantara Asset Management, Danantara Indonesia memegang mandat penting dalam mengelola portofolio perusahaan negara. Peran ini tidak hanya sebatas pengelolaan investasi, tetapi juga mencakup restrukturisasi bisnis serta penguatan fundamental perusahaan.

Dalam menjalankan mandat tersebut, DAM fokus pada beberapa langkah strategis seperti restrukturisasi keuangan, streamlining perusahaan, hingga konsolidasi portofolio BUMN. Tujuannya adalah menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien dan memiliki daya saing tinggi.

Transformasi ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam membangun BUMN yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi global. Dengan pengelolaan yang lebih profesional dan terstruktur, perusahaan negara diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Selain itu, transformasi portofolio juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja bisnis BUMN sehingga lebih produktif serta memiliki fondasi bisnis yang kuat dalam jangka panjang.

Langkah Streamlining Untuk Efisiensi Perusahaan Negara

Sebagai bagian dari proses penataan portofolio, DAM juga menjalankan langkah streamlining secara bertahap. Strategi ini dilakukan untuk memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional.

Streamlining dilakukan melalui berbagai pendekatan strategis seperti likuidasi, merger, maupun divestasi terhadap perusahaan yang dinilai tidak lagi menjadi prioritas dalam portofolio BUMN. Langkah ini bertujuan menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan efisien.

Kebijakan tersebut juga dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta disiplin dalam pengelolaan portofolio. Dengan cara ini, setiap keputusan bisnis diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang nyata bagi negara.

"Proses ini dilakukan guna memastikan setiap entitas BUMN memiliki peran strategis yang jelas dalam ekosistem ekonomi nasional. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk membentuk struktur BUMN yang lebih efisien, fokus, serta memiliki fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan," tambah Rosan.

Upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam menata kembali struktur perusahaan negara agar lebih efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Penguatan Nilai Ekonomi Jangka Panjang

Rosan menegaskan bahwa keberadaan Danantara melalui DAM memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi perusahaan negara. Lembaga ini diharapkan mampu menciptakan perusahaan negara yang lebih produktif dan mampu bersaing secara global.

Pengembangan sektor-sektor strategis seperti mineral, energi, pangan, dan agrikultur menjadi fokus utama dalam strategi investasi yang dijalankan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembangan proyek hilirisasi juga diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Hal ini mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, hingga penguatan industri nasional.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Danantara Indonesia menargetkan terciptanya perusahaan negara yang lebih kuat, efisien, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index