JAKARTA - Lembaga pemeringkat kredit nasional kembali menegaskan posisi kuat salah satu perusahaan pembiayaan infrastruktur milik negara.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dinilai memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memenuhi kewajiban finansialnya di tengah dinamika ekonomi.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) resmi memberikan peringkat tertinggi kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero). Penilaian ini mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kinerja keuangan serta dukungan kuat dari pemerintah sebagai pemegang saham utama.
Peringkat tersebut juga memberikan sinyal positif terhadap stabilitas operasional perusahaan dalam menjalankan peran sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur nasional. Hal ini penting karena sektor infrastruktur membutuhkan dukungan pendanaan yang besar dan berkelanjutan.
Dalam laporan terbarunya, Pefindo juga menilai bahwa kondisi fundamental perusahaan tetap kuat sehingga prospek ke depan diperkirakan stabil.
Pefindo Tetapkan Peringkat Tertinggi
PT Pemeringkat Efek Indonesia dalam laporannya menyatakan bahwa PT Sarana Multi Infrastruktur memperoleh peringkat idAAA dengan prospek stabil. Penilaian ini menjadi kategori tertinggi dalam sistem pemeringkatan yang digunakan oleh lembaga tersebut.
“Peringkat idAAA dengan prospek stabil untuk PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero),” ujar Reza Firdaus & Adrian Noer, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Rabu (11/3/2026).
Selain memberikan peringkat kepada perusahaan, Pefindo juga menegaskan kembali penilaian terhadap instrumen surat utang yang diterbitkan oleh SMI. Penilaian ini mencerminkan keyakinan bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.
Peringkat tersebut sekaligus memperkuat posisi SMI sebagai salah satu lembaga pembiayaan infrastruktur yang memiliki reputasi kredit sangat baik di pasar keuangan.
Penilaian Juga Berlaku Untuk Obligasi Dan Sukuk
Tidak hanya pada entitas perusahaan, Pefindo juga menetapkan peringkat yang sama terhadap sejumlah instrumen pendanaan yang masih beredar.
Lembaga pemeringkat tersebut menegaskan peringkat idAAA untuk obligasi berkelanjutan SMI yang masih beredar di pasar. Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat idAAA(sy) untuk sukuk mudharabah berkelanjutan yang diterbitkan perusahaan.
Salah satu instrumen yang menjadi perhatian adalah obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2023 seri B dengan nilai mencapai Rp 1,9 triliun. Obligasi tersebut dijadwalkan akan jatuh tempo pada 17 Mei 2026.
Instrumen ini merupakan bagian dari strategi pendanaan jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk mendukung pembiayaan berbagai proyek infrastruktur di Indonesia.
Rencana Pelunasan Menggunakan Dana Internal
Menjelang jatuh tempo obligasi tersebut, perusahaan telah menyiapkan langkah untuk memastikan kewajiban keuangan dapat dipenuhi tepat waktu.
Menurut Pefindo, PT Sarana Multi Infrastruktur berencana melunasi surat utang tersebut dengan menggunakan dana internal yang dimiliki perusahaan.
“Perusahaan berencana melunasi surat utang tersebut menggunakan dana internal, dengan kas dan setara kas tercatat sebesar Rp 13,4 triliun pada akhir Desember 2025,” terang Pefindo.
Ketersediaan kas yang besar menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan yang sangat kuat. Hal ini menjadi salah satu faktor penting yang mendukung penilaian kredit tinggi yang diberikan oleh Pefindo.
Dengan posisi kas yang solid, perusahaan dinilai memiliki fleksibilitas finansial yang memadai untuk menjalankan berbagai kewajiban keuangannya.
Dukungan Pemerintah Jadi Faktor Utama
Peringkat tinggi yang diberikan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur tidak terlepas dari peran pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham utama perusahaan.
Menurut Pefindo, salah satu faktor utama yang mendorong penilaian tersebut adalah kemungkinan yang sangat tinggi adanya dukungan dari pemerintah terhadap perusahaan.
Selain dukungan pemerintah, profil kredit berdiri sendiri perusahaan juga dinilai kuat. Hal ini terlihat dari pangsa pasar yang besar dalam pembiayaan infrastruktur serta struktur permodalan yang sangat solid.
Indikator likuiditas dan fleksibilitas keuangan perusahaan juga dinilai sangat kuat. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat perusahaan dinilai memiliki ketahanan finansial yang tinggi.
Kondisi tersebut memungkinkan perusahaan tetap menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Risiko Yang Tetap Menjadi Perhatian
Meskipun memperoleh peringkat tertinggi, Pefindo tetap mencatat sejumlah faktor yang dapat menjadi pembatas dalam penilaian kredit perusahaan.
Salah satu faktor tersebut adalah profil pembiayaan yang relatif terkonsentrasi. Kondisi ini dapat memengaruhi eksposur risiko apabila terjadi perubahan pada sektor tertentu yang menjadi fokus pembiayaan.
Selain itu, perusahaan juga memiliki paparan terhadap keterbatasan fiskal serta perubahan regulasi yang dapat terjadi pada lembaga sektor publik.
Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari pertimbangan dalam menjaga stabilitas peringkat kredit perusahaan ke depan.
“Peringkat dapat diturunkan jika tingkat dukungan pemerintah melemah secara signifikan, yang bisa disebabkan oleh penurunan yang substansial dari sisi pengawasan maupun kepemilikan saham,” tulis Pefindo dalam laporannya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pefindo menilai bahwa PT Sarana Multi Infrastruktur saat ini masih memiliki posisi kredit yang sangat kuat. Dukungan pemerintah, fundamental perusahaan yang solid, serta kemampuan likuiditas yang tinggi menjadi faktor penting yang menjaga stabilitas peringkat tersebut dalam jangka menengah.