JAKARTA - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun kondisi ekonomi global diwarnai ketidakpastian, banyak investor ritel tetap aktif mencari instrumen investasi yang dianggap aman sekaligus memiliki potensi keuntungan.
Perubahan perilaku investor juga terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan platform digital untuk berinvestasi. Kemudahan akses teknologi membuat proses pembelian berbagai instrumen investasi menjadi lebih praktis dan terjangkau bagi siapa saja.
Di tengah dinamika tersebut, sejumlah platform investasi mencatat peningkatan aktivitas transaksi dari para investor ritel. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat untuk mengelola keuangan melalui investasi semakin meningkat.
Salah satu platform yang mencatat perkembangan tersebut adalah Bareksa yang melaporkan lonjakan transaksi pada beberapa instrumen investasi populer di kalangan masyarakat.
Minat investasi ritel tetap tinggi
Bareksa mencatat minat investasi investor ritel di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik masih tetap tinggi, meskipun menjadi lebih selektif.
Hal ini tercermin dari pertumbuhan nilai investasi ritel di platform Bareksa yang tetap stabil hingga akhir Februari 2026.
Meskipun situasi ekonomi global tidak sepenuhnya stabil, para investor ritel tetap menunjukkan aktivitas investasi yang cukup konsisten di berbagai instrumen keuangan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Selain itu, akses informasi yang semakin luas juga membuat investor ritel lebih cermat dalam memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko mereka.
Lonjakan transaksi emas dan saham
Menariknya pertumbuhan paling signifikan berasal dari transaksi emas dan saham, yang masing masing meningkat sebesar 331 persen dan 271 persen secara tahunan.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa kedua instrumen tersebut masih menjadi pilihan utama investor ritel dalam mengembangkan portofolio investasi mereka.
Emas selama ini dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dan sering digunakan sebagai aset lindung nilai ketika kondisi ekonomi global tidak menentu.
Sementara itu, saham tetap menjadi instrumen investasi yang diminati karena memiliki potensi keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang.
Pertumbuhan transaksi pada kedua instrumen tersebut menunjukkan adanya diversifikasi investasi yang dilakukan oleh para investor ritel.
Peran regulasi dalam investasi emas digital
Officer Bareksa Ni Putu Kurniasari menyebut, meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk membeli emas secara digital didukung oleh adanya regulasi yang jelas di Indonesia, baik dari Bappebti maupun OJK.
Kehadiran regulasi tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang ingin berinvestasi melalui platform digital.
Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat transaksi emas menjadi lebih praktis dan efisien dibandingkan metode investasi konvensional.
Transaksi emas secara digital juga menjadi lebih efisien karena menawarkan nilai investasi minimum yang rendah.
"Di Bareksa, misalnya, investasi emas dapat dimulai dari Rp50 ribu sehingga menjadi solusi bagi investor ritel," jelas Ni Putu dalam agenda media gathering Bareksa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dengan nilai investasi yang relatif kecil, masyarakat dapat mulai berinvestasi tanpa harus menyiapkan dana yang besar.
Tantangan transparansi di pasar saham
Di sisi lain, pasar saham Indonesia sedang menjadi sorotan, terlebih setelah adanya isu transparansi data kepemilikan saham, ketidakseimbangan penyebarluasan informasi (asymmetric information) bagi investor ritel.
Selain itu, terdapat pula kekhawatiran terkait praktik yang dilakukan oleh pelaku pasar dengan modal besar yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.
Bahkan juga dengan peristiwa pelaku dengan modal besar (big player) hingga praktik manipulasi pergerakan harga saham oleh segelintir pihak yang melakukan transaksi orang dalam (insider trading).
Situasi ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal.
Karena itu, diperlukan langkah perbaikan serta penguatan regulasi agar pasar saham dapat berjalan secara lebih transparan dan adil bagi seluruh pelaku pasar.
Dukungan bareksa terhadap reformasi pasar modal
Berkaitan dengan hal tersebut, Bareksa menyatakan dukungannya terhadap langkah reformasi pasar modal yang dilakukan oleh regulator bersama para pemangku kepentingan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat integritas pasar modal Indonesia sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi investor ritel.
"Bareksa mendukung langkah regulator pasar modal untuk membersihkan praktik yang tidak berpihak pada investor ritel, ntuk menjaga integritas pasar modal Indonesia di mata investor," ujar CEO atau Co Founder Bareksa Karaniya Dharmasaputra pada waktu yang sama.
Menurut Bareksa, reformasi pasar modal merupakan langkah penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap sistem keuangan nasional.
Dengan pasar yang lebih transparan dan sehat, diharapkan lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi di pasar modal.
Ke depan, Bareksa melihat tren diversifikasi investasi akan semakin berkembang, seiring meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan portofolio yang seimbang.