BMKG

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Ciayumajakuning Saat Arus Mudik Lebaran Tahun Ini

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Ciayumajakuning Saat Arus Mudik Lebaran Tahun Ini
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Ciayumajakuning Saat Arus Mudik Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat. 

Perjalanan jarak jauh yang dilakukan dalam waktu bersamaan oleh jutaan pemudik membuat informasi cuaca menjadi hal krusial untuk menjaga keselamatan perjalanan.

Wilayah Ciayumajakuning yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan termasuk kawasan yang sering dilalui pemudik di jalur Pantura maupun jalur selatan Jawa Barat. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.

Karena tingginya mobilitas tersebut, kondisi cuaca di wilayah ini perlu dipantau dengan cermat. Hujan dengan intensitas tinggi dapat mempengaruhi kelancaran perjalanan, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi hujan yang dapat terjadi selama periode mudik Lebaran 2026.

Peringatan potensi hujan di wilayah Ciayumajakuning

BMKG memperingatkan masyarakat di wilayah Ciayumajakuning untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama musim arus mudik Lebaran 2026.

Wilayah Ciayumajakuning sendiri mencakup beberapa daerah di Jawa Barat, yakni Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Selain masyarakat setempat, peringatan ini juga berlaku bagi para pemudik yang akan melintasi kawasan tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan bahwa kondisi cuaca selama periode mudik Lebaran masih perlu diantisipasi dengan baik.

Menurutnya, paruh pertama Maret 2026 masih menunjukkan potensi hujan di sejumlah wilayah, termasuk di kawasan Ciayumajakuning.

“Pada bulan Maret, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di wilayah Jawa Barat, termasuk Ciayumajakuning,” ujar Fuad kepada Republika, Rabu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa wilayah ini masih berada dalam periode musim hujan dengan intensitas yang cukup signifikan.

Curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April

Selain pada bulan Maret, BMKG juga memproyeksikan bahwa kondisi curah hujan masih cukup tinggi hingga memasuki bulan April.

Fuad menjelaskan bahwa intensitas hujan pada periode tersebut diperkirakan masih berada pada kategori menengah hingga tinggi di sejumlah wilayah.

Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer yang masih aktif di kawasan Indonesia.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi cuaca tersebut antara lain Monsun Asia yang masih aktif serta aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO.

Selain itu, gelombang atmosfer juga turut berperan dalam memicu peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, terdapat pula potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia.

Salah satu sistem yang sedang dipantau adalah Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau berada di Samudra Hindia bagian barat daya Lampung.

Kondisi atmosfer tersebut berpotensi mempengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa Barat.

Perkiraan pola hujan sepanjang Maret

BMKG juga memproyeksikan kondisi hujan sepanjang bulan Maret 2026 dalam beberapa fase.

Pada awal bulan, tepatnya pada periode 1 hingga 10 Maret 2026, kondisi cuaca secara umum masih didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Selanjutnya pada periode pertengahan bulan, kondisi cuaca diperkirakan masih relatif serupa.

“Kemudian pada periode 11–20 Maret serta 21–31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang, namun sesekali peluang hujan lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Ciayumajakuning,” kata Fuad.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba.

Potensi hujan yang muncul secara sporadis dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pada periode mudik yang biasanya diwarnai dengan mobilitas tinggi.

Dampak cuaca terhadap transportasi udara

Selain berdampak pada perjalanan darat, kondisi cuaca juga dapat mempengaruhi sektor transportasi udara.

BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem.

Awan jenis ini berpotensi menimbulkan turbulensi, kilat atau petir, hujan lebat, badai guntur, hingga hembusan angin kencang.

Selain itu, kondisi tersebut juga dapat memicu fenomena wind gust maupun wind shear yang berpotensi mempengaruhi keselamatan penerbangan.

Hal ini menjadi perhatian penting terutama bagi aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati yang berada di wilayah Majalengka.

Karena itu, pemantauan kondisi atmosfer secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan selama periode mudik Lebaran.

Potensi gelombang laut dan layanan informasi cuaca

Tidak hanya sektor darat dan udara, kondisi cuaca juga berpotensi mempengaruhi sektor kelautan.

BMKG memperkirakan bahwa pada periode Maret hingga April terdapat potensi gelombang laut dengan kategori sedang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Tinggi gelombang tersebut diperkirakan berada pada kisaran antara 1,25 hingga 2,5 meter.

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran maupun transportasi laut selama periode mudik.

Untuk mendukung layanan informasi cuaca selama masa mudik Lebaran, BMKG juga menyiapkan berbagai platform informasi cuaca.

Beberapa di antaranya adalah Digital Weather for Traffic atau DWT yang ditujukan untuk jalur transportasi darat.

Selain itu, terdapat pula sistem Ina-SIAM yang diperuntukkan bagi sektor penerbangan serta InaWIS untuk layanan pelayaran dan pelabuhan.

BMKG juga menyiagakan 38 Unit Pelaksana Teknis di berbagai daerah serta posko pemantauan di tingkat pusat.

Posko tersebut juga ditempatkan di sejumlah rest area jalan tol, 15 pelabuhan, serta 96 bandara di seluruh Indonesia.

“Semua informasi terkait info cuaca mudik bisa diakses di https://cuaca.bmkg.go.id/trans. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk informasi cuaca selama perjalanan arus mudik,” tukas Fuad.

Dengan berbagai layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memantau kondisi cuaca secara lebih mudah sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index