Harga Mobil Listrik Bekas Mulai Turun Air EV Hingga Ioniq 5 Indonesia

Senin, 26 Januari 2026 | 09:29:32 WIB
Harga Mobil Listrik Bekas Mulai Turun Air EV Hingga Ioniq 5 Indonesia

JAKARTA - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia mulai menunjukkan perkembangan yang semakin jelas. 

Seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik di jalan raya, unit bekasnya pun kini makin mudah ditemukan di berbagai platform jual beli. Kondisi ini membuka peluang bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan dengan harga lebih terjangkau.

Meski begitu, dinamika harga mobil listrik bekas masih tergolong fluktuatif. Berbagai faktor seperti usia kendaraan, kondisi baterai, jarak tempuh, hingga reputasi merek sangat memengaruhi nilai jualnya. Situasi ini membuat calon pembeli perlu lebih cermat sebelum memutuskan transaksi.

Geliat Pasar Mobil Listrik Bekas Mulai Terlihat

Meningkatnya penjualan mobil listrik baru dalam beberapa tahun terakhir turut berdampak pada pasar kendaraan bekas. Unit mobil listrik yang telah berusia dua hingga tiga tahun kini mulai masuk bursa jual beli. Hal ini membuat pilihan konsumen semakin beragam.

Bagi sebagian masyarakat, mobil listrik bekas menjadi solusi untuk mencoba teknologi elektrifikasi tanpa harus membayar harga tinggi seperti unit baru. Selain itu, biaya operasional yang relatif rendah dibanding mobil konvensional menjadi daya tarik tersendiri. Kombinasi faktor tersebut mendorong minat pasar terus tumbuh.

Namun, karena masih tergolong segmen baru, pemahaman konsumen terhadap mobil listrik bekas belum sepenuhnya merata. Banyak calon pembeli masih berhati-hati, terutama terkait kondisi baterai dan potensi biaya perawatan jangka panjang. Inilah yang membuat harga mobil listrik bekas belum sepenuhnya stabil.

Depresiasi Tinggi di Tahun Awal Pemakaian

Menurut Thung Andi Supriyadi, pemilik showroom Rendani Mobil, harga mobil listrik bekas cenderung mengalami penurunan cukup signifikan pada tahun-tahun awal pemakaian. Hal ini terutama terjadi dalam dua hingga tiga tahun pertama sejak kendaraan digunakan. Persepsi pasar terhadap umur baterai menjadi faktor utama.

“Untuk mobil listrik bekas, depresiasi paling terasa di dua sampai tiga tahun pertama. Konsumen masih sangat mempertimbangkan kondisi baterai, riwayat pemakaian, serta garansi yang tersisa,” kata Andi kepada Kompas.com, Minggu (25/1/2026). Pernyataan ini menggambarkan kehati-hatian konsumen di segmen ini.

Meski demikian, Andi menilai mobil listrik bekas dengan jarak tempuh rendah dan kondisi baterai sehat tetap memiliki daya tarik tinggi. Terutama untuk model-model populer yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Reputasi merek dan ketersediaan layanan purna jual turut memengaruhi keputusan pembeli.

Minat Konsumen Tumbuh di Kota Besar

Tren positif juga disampaikan oleh Adhe, tenaga penjual di OLXmobbi. Ia menyebut minat terhadap mobil listrik bekas terus tumbuh, khususnya di kota-kota besar. Lingkungan perkotaan yang lebih siap dengan infrastruktur pendukung menjadi salah satu faktor pendorong.

Menurut Adhe, harga yang semakin masuk akal membuat konsumen mulai melirik mobil listrik bekas sebagai kendaraan harian. Perbandingan dengan mobil konvensional di kelas yang sama juga semakin sering dilakukan. Efisiensi biaya operasional menjadi pertimbangan penting dalam proses tersebut.

“Sekarang pembeli mobil listrik bekas sudah lebih rasional. Mereka membandingkan harga dengan mobil konvensional di kelas yang sama, sekaligus melihat efisiensi biaya operasionalnya,” ujar Adhe kepada Kompas.com. Pendekatan ini menunjukkan perubahan pola pikir konsumen yang semakin matang.

Transparansi Kondisi Baterai Jadi Kunci

Baik Andi maupun Adhe sepakat bahwa transparansi kondisi kendaraan menjadi faktor krusial. Khusus untuk mobil listrik, kesehatan baterai merupakan komponen terpenting yang menentukan nilai jual. Informasi yang jelas akan meningkatkan kepercayaan pembeli.

Baterai yang masih sehat dengan sisa garansi pabrikan biasanya membuat harga mobil listrik bekas lebih stabil. Sebaliknya, jika riwayat perawatan tidak jelas, konsumen cenderung menawar lebih rendah. Oleh karena itu, penjual dituntut lebih terbuka dalam menyampaikan kondisi unit.

Selain baterai, kelengkapan dokumen dan riwayat servis juga menjadi perhatian. Konsumen disarankan melakukan pengecekan menyeluruh sebelum membeli. Langkah ini penting untuk memastikan nilai yang dibayarkan sebanding dengan kondisi kendaraan.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Pasaran

Berdasarkan pantauan di pasar mobil bekas, sejumlah model mobil listrik kini ditawarkan dengan harga yang cukup beragam. Wuling Air EV 2023 varian Short Range dibanderol sekitar Rp 110.000.000. Harga ini membuatnya menjadi salah satu mobil listrik bekas paling terjangkau.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 5 Long Range Listrik 2023 Blue Link berada di kisaran Rp 420.000.000. Model ini tetap diminati berkat desain dan performa yang sudah dikenal luas. Di sisi lain, BYD M6 2024 ditawarkan sekitar Rp 329.000.000.

BYD Dolphin 2024 dibuka dengan harga Rp 305.000.000, sedangkan BYD Atto 3 2024 berada di kisaran Rp 344.000.000. Untuk Hyundai Kona EV Signature Long Range 2021, harga pasarannya sekitar Rp 245.000.000. Harga-harga ini dapat berbeda tergantung kondisi dan lokasi penjualan.

Pertimbangan Penting Sebelum Membeli

Sebagai catatan, harga mobil listrik bekas sangat dipengaruhi kondisi unit, jarak tempuh, serta kelengkapan dokumen. Wilayah penjualan juga dapat memengaruhi banderol harga. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan tidak hanya terpaku pada harga murah.

Pengecekan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan baterai menjadi langkah wajib. Konsumen juga perlu mempertimbangkan ketersediaan layanan purna jual di daerah masing-masing. Dengan persiapan matang, mobil listrik bekas dapat menjadi pilihan rasional dan bernilai ekonomis.

Dengan pasar yang terus berkembang, mobil listrik bekas diprediksi akan semakin diminati. Selama transparansi dan edukasi konsumen terus meningkat, segmen ini berpotensi menjadi pilar penting dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Terkini