KAI Commuter Layani 400 Juta Penumpang, Pertumbuhan Positif 2025 Terjaga

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:08:32 WIB
KAI Commuter Layani 400 Juta Penumpang, Pertumbuhan Positif 2025 Terjaga

JAKARTA - KAI Commuter mencatatkan rekor baru sepanjang 2025 dengan melayani 400.997.610 penumpang. 

Angka ini meningkat 7,08% dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 374.484.307 orang. Pertumbuhan ini menegaskan peran Commuter Line sebagai moda transportasi andalan di wilayah aglomerasi.

Direktur Utama KAI Commuter, Purnomo Sidi, menyebut bahwa pertumbuhan pengguna terjadi merata di seluruh area layanan. Jabodetabek menjadi wilayah dengan pengguna terbanyak, diikuti Merak, Basoetta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, menandakan penyebaran mobilitas masyarakat yang kian merata.

Perjalanan Harian dan Keandalan Layanan Commuter Line

Setiap hari, KAI Commuter mengoperasikan total 1.294 perjalanan. Jabodetabek menyumbang 1.065 perjalanan, Area Merak 14 perjalanan, Basoetta 70 perjalanan, Bandung 58 perjalanan, Yogyakarta 37 perjalanan, dan Surabaya 50 perjalanan.

Tingkat ketepatan waktu tetap terjaga, dengan On Time Performance 99,3% untuk keberangkatan dan 98,8% untuk kedatangan. Hal ini menunjukkan komitmen KAI Commuter menjaga keandalan operasional demi kenyamanan penumpang.

Rute Populer dan Stasiun Terpadat di Jabodetabek

Bogor Line menjadi rute paling ramai, dengan total 153.538.393 penumpang. Disusul Cikarang Line yang melayani 85.936.774 orang. Stasiun transit terpadat adalah Manggarai, menampung 57.517.269 pengguna, diikuti Tanah Abang sebanyak 44.062.572 orang.

Data ini mencerminkan tren mobilitas masyarakat Jabodetabek yang tinggi, terutama untuk perjalanan harian menuju pusat kota, kantor, dan kawasan perumahan, sekaligus menegaskan peran strategis stasiun transit utama.

Dampak Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg terhadap Ekonomi Lokal

Reaktivasi Stasiun Pondok Rajeg pada akhir 2024 terbukti memberi dampak signifikan bagi masyarakat sekitar. Setelah satu tahun beroperasi, stasiun ini mendorong pertumbuhan usaha baru, terutama UMKM, serta peningkatan harga tanah dan properti di wilayah tersebut.

Secara sosial, mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien, mengurangi waktu perjalanan, dan mendukung kegiatan harian. Dampak lingkungan pun positif, dengan perbaikan tata ruang dan visual area sekitar stasiun menjadi lebih rapi dan fungsional.

Kolaborasi dan Integrasi Layanan Stasiun

KAI Commuter menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem transportasi di sekitar stasiun. Integrasi transportasi lanjutan, fasilitas sosial, dan layanan publik akan meningkatkan kenyamanan pengguna dan memberi manfaat ekonomi bagi komunitas lokal.

Inisiatif ini mendukung konektivitas yang lebih baik dan mendorong terciptanya nilai tambah bagi masyarakat di wilayah yang dilayani, sekaligus memaksimalkan fungsi stasiun sebagai pusat mobilitas dan interaksi sosial.

Komitmen KAI Commuter dalam Pelayanan Nasional

Sebagai operator Commuter Line di aglomerasi dari ujung barat Jawa hingga Surabaya, KAI Commuter berkomitmen meningkatkan kualitas layanan di 217 stasiun. Purnomo Sidi menyampaikan apresiasi kepada jutaan penumpang yang setia menggunakan Commuter Line, serta regulator yang mempercayakan KAI Commuter mengelola jaringan transportasi penting ini.

Dengan layanan yang terus berkembang, KAI Commuter tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat di seluruh wilayah layanan.

Terkini