Tambang Minyak Bakrie

Tambang Minyak Bakrie Temukan 31 Juta Barel Cadangan Baru Strategis

Tambang Minyak Bakrie Temukan 31 Juta Barel Cadangan Baru Strategis
Tambang Minyak Bakrie Temukan 31 Juta Barel Cadangan Baru Strategis

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), anak usaha Grup Bakrie, mengumumkan temuan cadangan minyak baru dari sumur eksplorasi di wilayah kerja Malacca Strait. 

Penemuan ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat portofolio energi nasional.

Wakil Direktur Utama & CFO ENRG, Edoardus Ardianto, menyebutkan lapisan produktif ditemukan pada formasi upper sihapas dengan ketebalan net pay sekitar 80 kaki. Uji alir menunjukkan produksi awal 350 barel per hari, mencerminkan kualitas reservoir yang baik.

Potensi produksi dan estimasi cadangan minyak

Berdasarkan evaluasi awal, estimasi original oil in place (OOIP) dari temuan ini sekitar 31 juta barel minyak. Dengan pengembangan enam sumur di struktur MSTB-NW, potensi produksi diperkirakan meningkat 1.000–1.500 barel per hari.

Edoardus menjelaskan, dari perspektif geologi, wilayah kerja ini termasuk stratigraphic trap yang membuka peluang eksplorasi lanjutan. Respons seismik serupa menampilkan potensi tambahan sekitar 76 juta barel di sekitar area temuan.

Kolaborasi dengan SKK Migas untuk pengembangan lebih lanjut

PT Imbang Tata Alam (ITA), pengelola area, akan bekerja sama dengan SKK Migas untuk studi teknis pengembangan struktur MSTB-NW. Fokusnya untuk mematangkan konsep pengembangan dan memetakan potensi eksplorasi tambahan.

Direktur Utama & CEO EMP, Syailendra S. Bakrie, menegaskan bahwa penemuan ini diharapkan memberi kontribusi positif bagi ketahanan energi nasional. Selain itu, manfaat juga ditujukan bagi pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja Malacca Strait.

Dampak terhadap strategi bisnis dan energi nasional

Penemuan cadangan baru ini menjadi bukti komitmen EMP untuk eksplorasi dan pengembangan berkelanjutan. Perusahaan berupaya menciptakan nilai tambah sekaligus mendukung ketersediaan energi bagi industri dan masyarakat.

Syailendra menyatakan, ENRG tetap fokus pada kegiatan yang memberi nilai jangka panjang. Penemuan ini menjadi peluang untuk menyeimbangkan portofolio bisnis, meski harga minyak global sedang mengalami tekanan.

Kinerja ENRG di tengah penurunan harga minyak global

Saat ini, ENRG menghadapi tantangan menipisnya average selling price (ASP) minyak mentah akibat penurunan harga global. Laporan keuangan 9 bulan pertama 2025 mencatat penjualan minyak tergerus 3,54% YoY menjadi US$112,14 juta.

Meski harga per barel turun 14% YoY menjadi US$71,14, volume produksi meningkat 6% YoY menjadi 8.381 bpd. Segmen minyak mentah berkontribusi 31,03% dari total pendapatan perusahaan, sementara gas bumi tetap menjadi penyumbang terbesar.

Kontribusi segmen gas bumi dan total pendapatan perusahaan

Segmen penjualan gas ENRG tumbuh 9,36% YoY menjadi US$220,49 juta, memberikan kontribusi 61,01% terhadap total pendapatan. Hal ini menjadi faktor utama yang menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap positif.

Secara akumulasi, penjualan neto ENRG selama Januari–September 2025 meningkat 13,05% YoY menjadi US$361,38 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah fluktuasi pasar minyak global.

Potensi jangka panjang dan strategi pengembangan

Dengan temuan cadangan baru, ENRG memiliki peluang menambah produksi minyak secara signifikan. Implementasi enam sumur pengembangan di MSTB-NW akan meningkatkan kapasitas produksi harian dan memperkuat posisi perusahaan.

Selain itu, potensi 76 juta barel di sekitar lokasi penemuan menjadi target eksplorasi jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Malacca Strait memiliki sumber daya strategis yang dapat dimanfaatkan berkelanjutan.

Kesimpulan temuan dan kontribusi terhadap energi nasional

Penemuan 31 juta barel cadangan minyak baru ini memperkuat posisi ENRG sebagai salah satu pemain utama industri migas Indonesia. Dengan pengembangan yang tepat, cadangan ini berpotensi meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Perusahaan menegaskan komitmen pada pengelolaan berkelanjutan, kolaborasi dengan SKK Migas, dan pengembangan struktur yang optimal. Temuan ini sekaligus menegaskan bahwa eksplorasi strategis tetap menjadi kunci dalam menghadapi dinamika harga minyak global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index