Kripto

Mayoritas Investor Kripto Indonesia Berpendidikan SMA dan Usia Produktif

Mayoritas Investor Kripto Indonesia Berpendidikan SMA dan Usia Produktif
Mayoritas Investor Kripto Indonesia Berpendidikan SMA dan Usia Produktif

JAKARTA - Hasil survei Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap mayoritas investor kripto di Indonesia berpendidikan SMA ke atas. 

Survei bertajuk "Kontribusi Ekonomi Kripto Terhadap Perekonomian Indonesia" menunjukkan partisipasi aktif masyarakat muda dalam aset digital semakin meningkat.

Data riset yang diunggah melalui akun Instagram @lpemfebui pada Senin menyebut sebagian besar pemilik aset kripto berusia di bawah 35 tahun. Mereka umumnya masih aktif bekerja sebagai pegawai swasta atau pelajar, dengan ruang finansial yang relatif terbatas. Hal ini menegaskan bahwa kripto kini menjangkau kalangan usia produktif awal, bukan hanya profesional keuangan.

Temuan ini juga menyoroti peran media sosial sebagai sumber informasi utama. Investor kripto Indonesia kerap mengandalkan platform seperti Twitter, Telegram, dan Discord, serta analisis dari influencer atau YouTuber, untuk membentuk persepsi dan memutuskan strategi investasi. Media digital menjadi jembatan utama pengetahuan investasi bagi generasi muda.

Pertumbuhan Transaksi dan Posisi Global Indonesia

Perkembangan kripto di Indonesia berjalan pesat. Menurut data OJK, nilai transaksi aset kripto meningkat 335% dari Rp149,5 triliun pada 2023 menjadi Rp650,61 triliun sepanjang 2024. Secara global, Indonesia naik dari peringkat ketujuh ke peringkat ketiga dunia dalam adopsi kripto berdasarkan laporan Chainalysis 2025.

Perubahan regulasi turut mendorong perkembangan ini. Melalui UU Nomor 4 Tahun 2023 dan POJK No. 27 Tahun 2024, kripto resmi beralih status dari komoditas menjadi aset keuangan digital. Peralihan ini memperkuat kerangka hukum dan memberi kepastian bagi investor, sekaligus membuka ruang untuk inovasi produk dan layanan keuangan digital.

Dengan adopsi yang luas, investor dari kalangan menengah ke atas kini semakin percaya diri memanfaatkan aset kripto untuk berinvestasi. Tren ini menandai kematangan pasar dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ekonomi digital yang dinamis.

Potensi dan Risiko Kripto bagi Ekonomi

LPEM FEB UI menyimpulkan kripto berpotensi meningkatkan inklusi keuangan. Aset digital membuka peluang bagi masyarakat dengan modal kecil untuk berinvestasi. Namun, potensi ini dapat berubah menjadi risiko jika pengawasan terhadap platform ilegal lemah dan literasi digital rendah.

Hambatan lain meliputi lambatnya proses listing aset baru dan kompleksnya koordinasi antar lembaga. Peninjauan ulang aturan periklanan kripto serta perlindungan data menjadi kunci untuk membangun ekosistem yang lebih sehat dan bertanggung jawab. Dengan strategi mitigasi risiko yang tepat, kripto bisa menjadi instrumen inklusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran media sosial juga harus diperhatikan. Mengingat platform digital memengaruhi persepsi investor, peningkatan literasi keuangan dan edukasi risiko menjadi langkah penting agar masyarakat dapat membuat keputusan investasi yang bijak.

Kasus Korporasi Mengadopsi Kripto: Steak ‘n Shake

Sektor korporasi juga mulai menaruh perhatian pada kripto. Jaringan restoran cepat saji Steak ‘n Shake mengumumkan pembelian bitcoin senilai USD 10 juta atau Rp169,09 miliar untuk kas perusahaan. Aksi ini merupakan kelanjutan dari penerimaan pembayaran BTC di seluruh gerai mereka di Amerika Serikat.

Menurut Coindesk, strategi ini memanfaatkan siklus self-reinforcing: pelanggan membayar dengan bitcoin, penjualan meningkat, dan pendapatan kripto kembali ke kas perusahaan. Dana ini digunakan untuk peningkatan kualitas bahan, renovasi restoran, dan ekspansi layanan tanpa menaikkan harga menu.

Langkah ini mencerminkan tren perusahaan menggunakan kripto sebagai sarana diversifikasi kas sekaligus efisiensi biaya. Steak ‘n Shake meluncurkan transformasi pembayaran menggunakan Bitcoin sejak Mei 2025 melalui Lightning Network, yang memotong biaya pemrosesan kartu hingga 50% dan menarik basis pelanggan muda yang melek teknologi.

Dampak Ekonomi Digital dan Strategi Investor

Adopsi korporasi terhadap kripto, meski masih terbatas, memperkuat legitimasi aset digital. Perusahaan seperti Steak ‘n Shake menunjukkan bagaimana kripto dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas basis pelanggan. Fenomena ini mendorong investor individu menilai ulang strategi investasi mereka, menimbang antara peluang keuntungan dan risiko volatilitas tinggi.

Investor di Indonesia perlu memadukan analisis fundamental, literasi digital, dan informasi dari media sosial untuk membuat keputusan yang bijak. Dengan pemahaman risiko dan potensi, aset kripto bisa menjadi instrumen investasi inklusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi. LPEM FEB UI menekankan pentingnya regulasi dan edukasi agar pasar kripto dapat tumbuh sehat, aman, dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index