IHSG Dan Saham Berpotensi Menguat Hari Ini, Investor Diminta Tetap Waspada

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:58:15 WIB
IHSG Dan Saham Berpotensi Menguat Hari Ini, Investor Diminta Tetap Waspada

JAKARTA - Pergerakan pasar saham Tanah Air memasuki perdagangan Selasa dengan ekspektasi yang cukup optimistis. 

Setelah mencatatkan penguatan signifikan pada sesi sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar. Sejumlah analis menilai ruang kenaikan masih terbuka, meski risiko koreksi tetap perlu diantisipasi. Kondisi ini membuat investor dituntut lebih cermat membaca arah pergerakan indeks dan saham pilihan.

Sentimen teknikal menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut. Pola pergerakan IHSG dinilai masih memberikan sinyal penguatan jangka pendek. Namun, dinamika pasar yang cepat berubah membuat strategi defensif tetap relevan. Pelaku pasar disarankan tidak hanya terpaku pada potensi kenaikan, tetapi juga memperhitungkan kemungkinan tekanan yang muncul sewaktu waktu.

Proyeksi Teknikal IHSG Masih Mengarah Naik

Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksi menguat pada perdagangan Selasa. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek. Menurutnya, indeks berpotensi menguji area 8.028 hingga 8.102. Pergerakan tersebut sekaligus membuka peluang untuk menutup celah atau gap pergerakan harga yang terbentuk sebelumnya.

Kendati demikian, Herditya mengingatkan bahwa peluang kenaikan tersebut tetap disertai risiko. Ia menilai potensi koreksi masih membayangi pergerakan indeks. Apabila tekanan jual meningkat, IHSG berpeluang turun ke kisaran 7.785 hingga 7.904. Oleh karena itu, pelaku pasar diminta tetap waspada dalam mengambil keputusan investasi.

"IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji 8.028-8.102, namun tetap perlu mewaspadai potensi koreksi ke area 7.785-7.904," ujar Herditya dalam riset hariannya. Pernyataan ini menegaskan bahwa optimisme pasar tetap harus diimbangi dengan manajemen risiko yang baik.

Area Support Dan Resistance Jadi Perhatian

Dengan mempertimbangkan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang level tertentu. Support indeks diperkirakan berada di area 7.712 dan 7.547. Sementara itu, resistance terdekat diperkirakan berada di level 8.214 dan 8.354. Rentang ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi jangka pendek.

Pergerakan IHSG di antara level support dan resistance tersebut akan menentukan arah pasar selanjutnya. Apabila indeks mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan dinilai masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual mendorong indeks menembus support, risiko pelemahan lanjutan perlu diantisipasi.

Dalam kondisi tersebut, Herditya merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pelaku pasar. Saham yang direkomendasikan antara lain ARCI, BBCA, HRUM, dan JPFA. Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Pandangan Berbeda Dari Analis Lain

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memiliki pandangan yang lebih berhati hati. Ia menilai indeks saham masih berpotensi melemah apabila pada perdagangan hari ini bergerak di bawah garis resistance dan SMA-60. Dalam skenario tersebut, IHSG berpeluang turun menuju support Fibonacci di kisaran 7.785 hingga 7.617.

Ivan menegaskan bahwa posisi indeks terhadap level teknikal tertentu menjadi kunci. Selama IHSG belum mampu menembus area krusial, tekanan koreksi masih mungkin terjadi. Hal ini membuat investor perlu mencermati pergerakan indeks sejak awal perdagangan.

Namun, Ivan juga membuka peluang skenario positif. Menurutnya, apabila IHSG mampu menembus level 8.162, peluang kenaikan terbatas dapat terbuka. Dalam kondisi tersebut, indeks berpotensi mengarah ke resistance selanjutnya di level 8.377.

"Selama IHSG masih di bawah resistance dan SMA-60, potensi penurunan ke 7.785-7.617 masih terbuka, sementara penembusan 8.162 membuka peluang kenaikan terbatas ke 8.377," ujar Ivan. Pernyataan ini menegaskan pentingnya level teknikal sebagai penentu arah pasar.

Rentang Pergerakan Versi Binaartha Sekuritas

Lebih lanjut, Ivan memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang level yang cukup lebar. Support indeks diperkirakan berada di 7.617, 7.362, 7.265, 7.099, hingga 6.962. Sementara itu, resistance berada di level 8.162, 8.377, 8.596, dan 8.837. Rentang ini memberikan gambaran potensi volatilitas pasar.

Dengan proyeksi tersebut, Ivan merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati. Saham yang masuk dalam rekomendasinya antara lain ANTM, BRPT, ICBP, ISAT, dan UNTR. Rekomendasi ini mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental masing masing emiten.

Investor disarankan menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing masing. Dalam kondisi pasar yang berpotensi fluktuatif, disiplin dalam menentukan titik masuk dan keluar menjadi sangat penting.

Kinerja IHSG Pada Perdagangan Sebelumnya

Sebagai gambaran, IHSG ditutup di level 8.031 pada perdagangan Senin sore. Indeks saham menguat 96,61 poin atau naik 1,22 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut mencerminkan respons positif pasar setelah tekanan yang sempat terjadi.

Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi pada perdagangan kemarin tercatat sebesar Rp17,87 triliun. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 40,69 miliar saham. Aktivitas ini menunjukkan likuiditas pasar yang relatif tinggi.

Pada penutupan perdagangan tersebut, sebanyak 433 saham tercatat menguat. Sementara itu, 252 saham mengalami koreksi dan 136 saham bergerak stagnan. Komposisi ini menandakan dominasi sentimen positif di pasar, meski tekanan jual masih terlihat pada sebagian emiten.

Terkini