JAKARTA - Pergerakan harga bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat menjelang berbagai kebutuhan harian.
Perubahan harga yang terjadi di pasar sering kali dipengaruhi oleh pasokan, permintaan, hingga kondisi distribusi di berbagai daerah.
Pada hari ini, Kamis 12 Maret 2026, sejumlah komoditas pangan tercatat mengalami penurunan harga secara nasional. Beberapa bahan pokok yang paling banyak digunakan masyarakat seperti beras, bawang merah, hingga telur ayam ras menunjukkan tren penurunan.
Perkembangan ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat karena sejumlah bahan pangan utama menjadi lebih terjangkau dibandingkan hari sebelumnya. Meski demikian, ada pula beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan harga pada periode yang sama.
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan masih cukup dinamis di berbagai komoditas.
Harga Beras Mengalami Penurunan
Harga pangan hari ini mengalami penurunan secara rata rata nasional. Penurunan harga pangan terjadi pada komoditas seperti bawang merah, beras, hingga telur ayam ras.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional PIHPS, Kamis 12 Maret 2026 pukul 08.46 WIB, harga beras kualitas bawah berada di kisaran Rp12.250 hingga Rp14.300 per kilogram.
Harga beras kualitas bawah II turun sebesar 1,38 persen dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Penurunan juga terlihat pada kategori beras kualitas medium. Komoditas ini berada di level Rp14.250 per kilogram atau turun sebesar 9,81 persen dibandingkan dengan harga kemarin.
Selain itu, harga beras kualitas super I juga mengalami penurunan sebesar 8,14 persen sehingga kini berada di angka Rp15.800 per kilogram.
Pergerakan Harga Cabai di Pasaran
Selain beras, komoditas cabai juga menunjukkan perubahan harga yang cukup signifikan pada perdagangan hari ini.
Harga cabai merah keriting tercatat turun sebesar 26,39 persen sehingga berada di angka Rp32.500 per kilogram.
Penurunan yang lebih besar terjadi pada cabai merah besar yang turun hingga 42,26 persen menjadi Rp25.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah juga mengalami penurunan sebesar 14,01 persen dan kini berada di angka Rp67.500 per kilogram.
Namun tidak semua jenis cabai mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau justru mengalami kenaikan sebesar 3,8 persen sehingga kini dijual dengan harga Rp54.650 per kilogram.
Perubahan harga tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar komoditas cabai masih cukup fluktuatif.
Perubahan Harga Bawang dan Daging
Pergerakan harga juga terjadi pada komoditas bawang yang menjadi bahan utama dalam berbagai kebutuhan dapur masyarakat.
Harga bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan secara nasional sebesar 2,85 persen.
Dengan kenaikan tersebut, harga bawang putih kini berada di angka Rp41.500 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Di sisi lain, harga bawang merah justru mengalami penurunan sebesar 5,25 persen dan kini berada di angka Rp41.500 per kilogram.
Sementara itu, komoditas daging sapi kualitas I tercatat mengalami kenaikan tipis sebesar 0,73 persen.
Harga daging sapi kualitas I saat ini berada di angka Rp145.550 per kilogram.
Perubahan harga tersebut mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang terjadi di pasar pangan nasional.
Harga Daging Ayam dan Telur Turun
Selain komoditas sayuran dan daging sapi, perubahan harga juga terjadi pada produk pangan berbasis unggas.
Harga daging ayam ras mengalami penurunan sebesar 11,62 persen sehingga kini berada di angka Rp36.500 per kilogram.
Penurunan harga ini cukup signifikan dan berpotensi membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi protein hewani.
Selain daging ayam, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan.
Harga telur ayam ras tercatat turun sebesar 8,12 persen sehingga saat ini berada di angka Rp30.000 per kilogram.
Penurunan harga pada komoditas unggas ini menjadi salah satu faktor yang turut menurunkan rata rata harga pangan nasional pada hari ini.
Perubahan Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir
Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti minyak goreng menunjukkan pergerakan harga yang berbeda.
Harga minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan sebesar 4,99 persen sehingga kini berada di angka Rp20.000 per liter.
Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan bermerek I justru mengalami penurunan sebesar 9,47 persen menjadi Rp20.550 per liter.
Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek II mengalami kenaikan sebesar 5,99 persen sehingga harganya kini berada di angka Rp23.000 per liter.
Harga pangan lainnya seperti gula pasir lokal juga mengalami perubahan harga.
Komoditas gula pasir lokal tercatat mengalami penurunan sebesar 5,66 persen sehingga saat ini berada di angka Rp17.500 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Pergerakan harga berbagai komoditas tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasar pangan nasional masih mengalami fluktuasi, dengan beberapa bahan pokok mengalami penurunan sementara yang lain justru mengalami kenaikan.