Harga Pangan

Harga Pangan di Kudus Stabil Jelang Idulfitri 2026, Stok Beras dan Komoditas Aman

Harga Pangan di Kudus Stabil Jelang Idulfitri 2026, Stok Beras dan Komoditas Aman
Harga Pangan di Kudus Stabil Jelang Idulfitri 2026, Stok Beras dan Komoditas Aman

JAKARTA - Menjelang perayaan Idulfitri, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada ketersediaan bahan pangan dan pergerakan harga di pasaran. 

Lonjakan permintaan yang terjadi selama Ramadan sering memicu kekhawatiran akan kelangkaan barang maupun kenaikan harga yang signifikan.

Namun kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pemerintah daerah memastikan stok bahan pangan utama tetap aman hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi.

Selain ketersediaan yang mencukupi, harga berbagai komoditas pokok di wilayah yang dikenal sebagai Kota Kretek tersebut juga masih terpantau relatif stabil. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang tengah bersiap memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran.

Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus memantau perkembangan stok serta harga komoditas untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

Stok Pangan Dipastikan Mencukupi

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memastikan ketersediaan bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi aman.

Selain stok yang mencukupi, harga sejumlah komoditas di Kota Kretek juga terpantau relatif stabil.

“Stok aman. Harga masih stabil. Tidak ada kenaikan yang signifikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo, Rabu 11 Maret 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasokan bahan pangan di wilayah Kudus saat ini masih dalam kondisi yang cukup baik.

Dengan ketersediaan yang terjaga, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan tanpa harus khawatir terhadap lonjakan harga yang drastis.

Beras Menjadi Komoditas dengan Surplus Tinggi

Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas pangan utama memiliki stok yang cukup.

Bahkan beberapa jenis bahan pangan tercatat mengalami surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu komoditas dengan cadangan yang sangat mencukupi adalah beras.

Stok beras tercatat mencapai 29.529 ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya berada di angka 6.866 ton.

Dengan perbandingan tersebut, masih terdapat sisa stok sebesar 22.663 ton yang menunjukkan kondisi pasokan beras sangat aman.

Ketersediaan beras yang melimpah ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Kudus.

Komoditas Lain Juga Mengalami Surplus

Tidak hanya beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga tercatat memiliki ketersediaan yang cukup bahkan surplus.

Jagung misalnya, tercatat tersedia sebanyak 1.947 ton dengan kebutuhan masyarakat sekitar 380 ton.

Dengan jumlah tersebut, terdapat sisa stok jagung sebesar 1.567 ton yang masih tersedia.

Komoditas telur juga memiliki stok yang relatif aman dengan jumlah 4.573 ton, sementara kebutuhan masyarakat mencapai 4.497 ton.

Selain itu, gula konsumsi tercatat tersedia sebanyak 2.262 ton dengan kebutuhan hanya 744 ton.

Sementara minyak goreng memiliki stok sebesar 788 ton dengan kebutuhan masyarakat sekitar 691 ton.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar komoditas pangan utama masih berada dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Upaya Pemerintah Menjaga Stabilitas Harga

Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang hari raya, Pemerintah Kabupaten Kudus melakukan berbagai langkah strategis.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar program Gerakan Pangan Murah atau GPM.

Program ini bertujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas Pengendalian Harga Pangan guna memastikan stabilitas pasar tetap terjaga.

“Langkah-langkah yang dilakukan yakni Gerakan Pangan Murah GPM jelang hari raya. Selain itu, melaksanakan pemantauan harga bersama satgas saber pengendalian harga pangan dan mutu keamanan pangan dengan koordinator dari Polres,” jelas Didik.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi saat permintaan meningkat menjelang Lebaran.

Imbauan Belanja Bijak bagi Masyarakat

Selain menjaga pasokan dan harga pangan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk berbelanja secara bijak.

Kebiasaan membeli barang secara berlebihan sering kali memicu lonjakan permintaan yang akhirnya memengaruhi stabilitas harga di pasaran.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli bahan pangan sesuai kebutuhan.

“Masyarakat berbelanja dengan bijak, sesuai dengan kebutuhan dan memastikan keamanan pangan produk yang dibeli,” ungkap Didik.

Dengan pola belanja yang lebih bijak, masyarakat dapat membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang.

Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia bagi seluruh masyarakat menjelang Idulfitri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index