Influenza A pada Anak: Bagaimana Virus Masuk dan Infeksi Tubuh

Minggu, 20 September 2026 | 08:21:00 WIB
Influenza A pada Anak: Bagaimana Virus Masuk dan Infeksi Tubuh

BALANS.ID — Kasus Influenza A kembali membuat orang tua balita dan anak waspada, karena virus ini tidak sekadar hinggap di tenggorokan. Prof. DR. Dr. Anggraini Alam dari IDAI menjelaskan tahapan infeksi influenza A, mulai dari menembus saluran napas hingga memicu peradangan.

Prof. DR. Dr. Anggraini Alam dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan tahapan infeksi influenza A. Penjelasan ini disampaikan dalam konferensi pers IDAI secara daring, Jumat (18/9/2026).

Flu Bukan Selesma Biasa

Anggraini menegaskan influenza berbeda dari selesma atau common cold. Flu memiliki gejala yang lebih berat dan dampak yang lebih serius pada tubuh anak.

"Ingat, tidak sama influenza atau flu itu sama dengan selesma atau common cold. Flu dia itu lebih berat," ujarnya.

Perbedaan ini penting dipahami orang tua. Selesma umumnya ringan dan sembuh sendiri, sedangkan influenza bisa berkembang cepat dan menyerang sistem pernapasan lebih dalam.

Virus Menembus Pertahanan Saluran Napas

Proses infeksi dimulai saat virus berhasil melewati pertahanan awal saluran pernapasan manusia. Setelah masuk, virus influenza bertindak seperti peretas genetik yang mengikuti cara kerja RNA, DNA, dan genetik tubuh.

"Begitu dia masuk, dia akan mengikuti bagaimana RNA, DNA, genetik kita, sehingga dia bisa memperbanyak dirinya di dalam sel kita sampai sel kita rusak, kemudian dia akan dikeluarkan," jelas Anggraini.

Virus memanfaatkan mesin seluler tubuh untuk menggandakan diri. Sel yang dipakai sebagai tempat berkembang biak akhirnya rusak dan melepaskan virus baru.

Jutaan Partikel Baru Serbu Saluran Napas

Setelah memperbanyak diri, jutaan partikel virus baru menyerbu jaringan saluran pernapasan. Serbuan ini memicu respons peradangan atau inflamasi tingkat tinggi sebagai reaksi pertahanan tubuh.

Peradangan inilah yang memunculkan gejala khas flu pada anak, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Pada balita, respons tubuh bisa lebih berat karena sistem imun masih berkembang.

Kapan Orang Tua Perlu Waspada

Anak yang terinfeksi influenza A perlu dipantau ketat, terutama jika demam tinggi tidak turun, napas cepat, atau anak tampak lemas. Balita dan anak dengan kondisi kronis lebih rentan mengalami komplikasi.

Segera konsultasikan ke dokter bila gejala memburuk atau anak sulit makan dan minum. Deteksi dini membantu mencegah infeksi berkembang ke saluran napas bawah.

Langkah Pencegahan di Rumah

Menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi membantu menekan penyebaran virus. Vaksinasi influenza juga menjadi salah satu upaya perlindungan yang dianjurkan.

Memahami cara virus influenza A masuk dan menginfeksi tubuh membuat orang tua lebih sigap mengenali gejala. Dengan begitu, penanganan pada anak bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

Terkini