BALANS.ID — Wuling Eksion PHEV hadir sebagai SUV 7-seater dengan kemampuan jelajah listrik hingga 125 km versi CLTC dan total lebih dari 1.000 km saat listrik dipadu bensin. Teknologi plug-in hybrid ini menjawab kebutuhan keluarga yang ingin efisiensi harian tanpa khawatir kehabisan daya di perjalanan antarkota. Model ini menjadi bagian lini elektrifikasi Wuling dengan tema "Exploring Family Journeys".
Wuling Eksion PHEV masuk ke jajaran kendaraan elektrifikasi Wuling bersama model EV yang sudah lebih dulu dikenal pasar. Pabrikan menempatkan SUV 7-seater ini sebagai opsi bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni.
Pendekatan plug-in hybrid dipilih karena menawarkan dua sumber tenaga sekaligus dalam satu bodi. Motor listrik dipakai untuk aktivitas harian, sementara mesin bensin tetap siaga ketika rute menuntut jarak lebih panjang.
Apa Beda PHEV dengan Hybrid Konvensional
Pada dasarnya, PHEV memadukan motor listrik dan mesin pembakaran internal dalam satu sistem penggerak. Yang membedakan dari hybrid biasa adalah baterainya bisa diisi ulang dari sumber listrik eksternal.
Konsekuensinya, kendaraan dapat menempuh jarak tertentu murni dengan tenaga listrik. Ketika baterai mulai terkuras, mesin bensin mengambil alih tanpa perlu pengguna mencari stasiun pengisian daya.
Pada Wuling Eksion PHEV, klaim jarak tempuh listriknya mencapai 125 km berdasarkan pengujian CLTC. Jika listrik dan bensin dikombinasikan, daya jelajah totalnya disebut menembus 1.000 km.
LING Power dan Cara Kerja Sistem Penggeraknya
Kemampuan tersebut ditopang teknologi LING Power yang menggabungkan dedicated hybrid engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Kombinasi ini dirancang menyalurkan tenaga secara halus namun tetap responsif.
Sistem hybrid menyesuaikan penggunaan sumber tenaga sesuai kondisi berkendara. Efisiensi diutamakan saat mobil dipakai untuk aktivitas harian, tetapi respons tenaga tetap tersedia ketika pengemudi membutuhkannya.
Tiga Driving Mode dan Empat Energy Mode
Wuling menyediakan tiga pilihan Driving Mode yang bisa disesuaikan dengan karakter perjalanan. Pengemudi tinggal memilih sesuai kebutuhan, dari yang paling hemat hingga paling dinamis.
- Eco: mengutamakan efisiensi bahan bakar dan listrik
- Normal: karakter berkendara seimbang untuk penggunaan sehari-hari
- Sport: respons lebih dinamis bagi pengemudi yang menginginkan tenaga instan
Selain Driving Mode, ada empat Energy Mode yang mengatur pemanfaatan sumber tenaga. Pilihan ini memberi keleluasaan menentukan bagaimana energi kendaraan digunakan sepanjang perjalanan.
- EV Max: memaksimalkan penggunaan tenaga listrik
- EV First: memprioritaskan tenaga listrik
- Hybrid: mengoptimalkan kombinasi listrik dan mesin bensin
- Fuel Priority: memprioritaskan mesin bensin
Kenapa Fleksibilitas Ini Penting untuk SUV Keluarga
SUV 7-seater dituntut serba bisa. Pada hari kerja, mobil dipakai mengantar anak ke sekolah, berbelanja, atau berangkat ke kantor. Ketika akhir pekan tiba, kendaraan yang sama harus membawa seluruh anggota keluarga plus barang bawaan ke luar kota.
Mode EV cocok dimanfaatkan untuk aktivitas dalam kota dengan jarak pendek. Untuk perjalanan lebih jauh, mode Hybrid menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin agar konsumsi energi tetap terkendali.
Dengan skema seperti ini, konsumen tidak perlu memilih antara kendaraan listrik yang efisien atau mobil bensin yang fleksibel untuk jarak jauh. Keduanya coba dihadirkan dalam satu kendaraan.
Pola penggunaan mobil keluarga memang tidak selalu sama. Ada kalanya kendaraan beroperasi dengan kapasitas penumpang penuh, ada pula saat hanya dipakai satu orang untuk mobilitas ringan. Fleksibilitas sumber tenaga menjadi nilai jual utama di segmen ini.