Kereta Api

Minat Mudik Lebaran 2026 Tinggi Tiket Kereta Api Reguler Laris Manis

Minat Mudik Lebaran 2026 Tinggi Tiket Kereta Api Reguler Laris Manis
Minat Mudik Lebaran 2026 Tinggi Tiket Kereta Api Reguler Laris Manis

JAKARTA - Antusiasme masyarakat terhadap perjalanan kereta api pada masa mudik Lebaran 2026 kembali terlihat sejak awal pembukaan penjualan tiket. 

Kereta api masih menjadi moda transportasi favorit karena dinilai aman, nyaman, dan tepat waktu. Kondisi ini tercermin dari tingginya angka pemesanan tiket kereta api reguler yang terus meningkat sejak penjualan dibuka secara bertahap.

PT Kereta Api Indonesia Persero mencatat tren positif tersebut sebagai indikator kuat kepercayaan publik. Skema penjualan tiket H-45 yang diterapkan memberi ruang bagi calon penumpang untuk merencanakan perjalanan mudik dan libur Lebaran lebih awal. Dengan perencanaan yang matang, arus penumpang diharapkan dapat terdistribusi lebih merata sepanjang periode angkutan Lebaran 2026.

Penjualan Tiket Bertahap Dorong Perencanaan Mudik Lebih Awal

Melalui mekanisme penjualan tiket bertahap H-45, hingga 9 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 793.681 tiket kereta api reguler telah dipesan. Tiket tersebut untuk periode keberangkatan 11 hingga 26 Maret 2026. Angka ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api sebagai sarana mudik.

Penerapan sistem penjualan bertahap dinilai memberikan fleksibilitas bagi pelanggan. Masyarakat dapat memilih tanggal keberangkatan yang sesuai dengan rencana libur masing-masing. Selain itu, skema ini juga mendukung pengelolaan arus penumpang agar tidak menumpuk pada hari tertentu selama masa mudik dan balik.

Distribusi Penumpang Lebih Merata Selama Periode Lebaran

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penjualan tiket masih terus berlangsung. Jumlah pemesanan diperkirakan akan bertambah seiring dibukanya jadwal pemesanan sesuai skema H-45 yang telah ditetapkan. KAI menilai sistem ini efektif dalam mengatur kepadatan penumpang.

“Melalui pengaturan ini, pelanggan dapat menyesuaikan waktu perjalanan dengan lebih leluasa, sekaligus membantu distribusi arus mudik agar tidak terkonsentrasi pada tanggal tertentu,” ujar Anne, dikutip dari laman resmi KAI, Selasa (10/2/2026). Pernyataan ini menegaskan tujuan utama penerapan sistem penjualan bertahap.

Tanggal Keberangkatan Favorit Mulai Terpetakan

Berdasarkan data pemesanan sementara, terdapat beberapa tanggal keberangkatan yang mencatat volume penjualan tertinggi. Puncaknya terjadi pada 24 Maret 2026 dengan total 67.859 tiket terjual. Angka tersebut menunjukkan kecenderungan masyarakat memilih waktu mudik mendekati Hari Raya.

Selanjutnya, tanggal 23 Maret 2026 mencatat penjualan 67.043 tiket. Disusul 19 Maret 2026 dengan 65.513 tiket, serta 18 Maret 2026 sebanyak 63.300 tiket. Pola ini menggambarkan sebaran minat perjalanan yang relatif merata, meskipun tetap terkonsentrasi pada beberapa hari favorit.

Relasi Favorit Didominasi Jalur Jawa Tengah Dan Jawa Timur

Selain tanggal keberangkatan, relasi perjalanan juga menjadi indikator penting dalam memetakan arus mudik. Hingga 9 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, terdapat sepuluh relasi favorit sementara yang paling banyak dipilih pelanggan. Relasi Gambir–Yogyakarta berada di posisi teratas dengan 11.567 pelanggan.

Disusul relasi Gambir–Semarang Tawang sebanyak 10.143 pelanggan dan Pasarsenen–Lempuyangan dengan 8.211 pelanggan. Relasi lain yang juga diminati antara lain Gambir–Purwokerto, Pasarsenen–Kutoarjo, Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi, serta Gambir–Surabaya Pasar Turi. Jalur-jalur tersebut mencerminkan tingginya mobilitas menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kesiapan Operasional Dan Kereta Tambahan Terus Dimatangkan

Seiring meningkatnya minat masyarakat, KAI menyiapkan berbagai langkah operasional untuk mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Rencana pengoperasian kereta api tambahan saat ini masih dalam tahap finalisasi. Pengumuman resmi akan disampaikan sesuai dengan kesiapan operasional yang telah dipastikan.

Informasi pembukaan penjualan tiket kereta api tambahan Mudik Lebaran 2026 akan dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi KAI. Di sisi lain, pemeriksaan sarana perkeretaapian, mulai dari lokomotif hingga rangkaian kereta, dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan memastikan layanan berjalan optimal selama masa mudik dan balik.

Pengamanan Tiket Dan Layanan Berbasis Teknologi

Dari sisi layanan, KAI menjalankan sistem ticketing secara transparan dan terkontrol. Setiap tiket wajib menggunakan identitas asli penumpang dengan ketentuan satu identitas untuk satu nama. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan tiket selama periode mudik Lebaran.

Proses boarding juga didukung pemanfaatan teknologi face recognition. Selain itu, pembatasan transaksi per kode booking diberlakukan untuk memastikan tiket digunakan oleh pelanggan yang berhak. KAI juga menerapkan pengaturan khusus untuk pemesanan tiket rombongan dengan alokasi maksimal 10 persen dari total kapasitas tempat duduk.

Imbauan Persiapan Dini Bagi Calon Penumpang

KAI mengimbau calon penumpang untuk mempersiapkan diri sambil menunggu pembukaan penjualan tiket kereta api tambahan. Ketelitian dalam pengisian data pemesanan menjadi hal yang sangat penting. Kesalahan kecil dapat berdampak pada proses boarding di hari keberangkatan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain memastikan ejaan nama, Nomor Induk Kependudukan, dan tanggal lahir sesuai dengan KTP atau Kartu Keluarga. Calon penumpang juga disarankan menentukan tanggal keberangkatan sejak dini, menyiapkan data seluruh penumpang, memastikan metode pembayaran siap, serta menjaga kestabilan koneksi internet.

“Kami berupaya menjaga agar perjalanan mudik Lebaran berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Dengan perencanaan sejak dini, masyarakat dapat menikmati perjalanan Lebaran 2026 bersama kereta api dengan lebih tenang,” kata Anne. Pernyataan ini menegaskan komitmen KAI dalam memberikan layanan terbaik selama periode mudik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index