Properti

Tren Properti Indonesia 2026: Rumah Masih Jadi Investasi Aman dan Menguntungkan

Tren Properti Indonesia 2026: Rumah Masih Jadi Investasi Aman dan Menguntungkan
Tren Properti Indonesia 2026: Rumah Masih Jadi Investasi Aman dan Menguntungkan

JAKARTA - Di awal 2026, pasar properti Indonesia menunjukkan stabilitas yang menarik perhatian investor dan pembeli rumah. 

Meski ekonomi menghadapi tekanan akibat fluktuasi pasar modal dan nilai tukar, properti sekunder terbukti memiliki daya tahan kuat. Data terbaru dari Rumah123 mencatat penurunan suplai rumah sebesar 9,2% secara tahunan, sementara harga rumah tetap naik 0,7% year-on-year (yoy), menunjukkan pasar menyesuaikan diri tanpa mengurangi permintaan.

Properti Sebagai Aset Penyangga Nilai Kekayaan

Marisa Jaya, Head of Research Rumah123, menegaskan ketahanan pasar properti terlihat jelas dibandingkan inflasi tahunan Januari 2026 yang mencapai 3,55%. Pemilik properti cenderung mempertahankan aset mereka, tercermin dari penurunan suplai bulanan 1,7% dan kontraksi tahunan yang cukup signifikan. Menurut Marisa, hal ini menunjukkan persepsi properti fisik sebagai safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Data kami mempertegas posisi properti sebagai safe haven. Penarikan suplai bukan tanda kelesuan, melainkan cerminan kuatnya daya tahan pemilik aset dalam menjaga nilai kekayaan di tengah inflasi,” ujar Marisa dalam siaran pers kepada Marketeers, Senin (9/2/2026). Strategi menahan properti ini dinilai sebagai respons rasional terhadap kondisi makroekonomi yang bergejolak.

Pergerakan Harga di Kota-Kota Berkembang

Tren arus modal properti juga menunjukkan pergeseran dari pusat metropolitan ke kota-kota berkembang. Jakarta mengalami koreksi harga tipis 0,4% secara tahunan, sementara beberapa wilayah regional justru mencatat pertumbuhan signifikan. Yogyakarta misalnya, mencatat kenaikan harga sebesar 5,2%, diikuti Medan 3,8% yoy. 

Kondisi ini memberikan peluang diversifikasi portofolio di luar Jabodetabek bagi investor maupun pembeli rumah.

Pertumbuhan harga di kota berkembang ini menjadi indikator real return positif yang lebih menarik dibandingkan sekadar berinvestasi di daerah pusat yang harga telah jenuh. Marisa menekankan bahwa pergeseran ini mendorong investor dan pembeli mempertimbangkan potensi pertumbuhan jangka panjang.

Adaptasi Pasar Terhadap Suku Bunga dan Likuiditas

Kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga 4,75% mulai memengaruhi segmen pasar yang sensitif terhadap likuiditas. Di Jakarta Pusat, harga hunian berukuran kecil melonjak hingga 36,4% secara tahunan, menandakan minat pasar terhadap unit dengan harga terjangkau namun memiliki lokasi strategis.

“Konsentrasi permintaan pada unit compact menunjukkan adaptasi pasar terhadap daya beli dan kebutuhan mobilitas urban. Likuiditas tidak hilang, tetapi berpindah ke segmen yang dinilai paling efisien secara finansial,” tambah Marisa. Hal ini menunjukkan pasar menyesuaikan diri dengan tren baru, di mana efisiensi dan fleksibilitas menjadi prioritas pembeli.

Keseimbangan Pasar Berbasis Kebutuhan Riil

Laporan Rumah123 menekankan bahwa pergerakan harga dan suplai properti tidak didorong spekulasi semata, melainkan kebutuhan riil masyarakat akan hunian. Penurunan suplai dan stabilitas harga menunjukkan pasar bergerak menuju keseimbangan baru. Investor kini mengutamakan data pasar yang transparan dan akurat untuk membuat keputusan investasi yang lebih terukur.

Transparansi data dan prediksi yang akurat menjadi fondasi penting, baik untuk pembeli rumah pertama maupun investor jangka panjang. Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat mengoptimalkan strategi membeli atau menahan properti sesuai dengan kondisi ekonomi dan tren pasar.

Prospek Properti di Tengah Tantangan Ekonomi

Meski tekanan makroekonomi masih terasa, pasar properti sekunder membuktikan dirinya sebagai aset defensif. Kenaikan harga tipis dan penurunan suplai menegaskan bahwa rumah tetap menjadi tempat aman menyimpan nilai kekayaan. Di tengah volatilitas inflasi dan pasar modal, properti menawarkan stabilitas dan peluang pertumbuhan, terutama di kota-kota berkembang.

Ke depan, pengawasan tren harga dan perilaku pembeli menjadi kunci bagi pelaku pasar. Diversifikasi lokasi, fokus pada unit compact, dan pemahaman terhadap pergerakan suku bunga akan membantu investor dan pembeli mengambil keputusan yang lebih tepat. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga sebagai instrumen investasi jangka panjang yang aman dan berpotensi menguntungkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index