Chelsea

Chelsea Leeds United Di Stamford Bridge Uji Konsistensi The Blues Musim Ini

Chelsea Leeds United Di Stamford Bridge Uji Konsistensi The Blues Musim Ini
Chelsea Leeds United Di Stamford Bridge Uji Konsistensi The Blues Musim Ini

JAKARTA - Stamford Bridge kembali menjadi panggung penting dalam perjalanan Chelsea di Liga Inggris 2025-2026. 

Pada pekan ke-26, The Blues akan menjamu Leeds United dalam laga yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 11 Februari 2026 pukul 02.30 WIB. Pertandingan ini hadir dengan dinamika menarik, mempertemukan dominasi historis tuan rumah dan ambisi besar tim tamu untuk mencatatkan sejarah.

Leeds United datang dengan kepercayaan diri setelah menang 3-1 pada pertemuan pertama musim ini. Kemenangan tersebut membuka peluang bagi Leeds untuk meraih kemenangan ganda liga atas Chelsea, sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sejak musim 1991-1992. Di sisi lain, Chelsea bertekad menjaga superioritas kandang yang selama ini menjadi benteng kuat mereka saat menghadapi Leeds.

Stamford Bridge Jadi Simbol Dominasi Chelsea

Chelsea memiliki catatan kandang yang sangat impresif saat menjamu Leeds United di Premier League. The Blues tidak terkalahkan dalam tujuh laga kandang terakhir melawan Leeds, dengan enam di antaranya berakhir kemenangan beruntun. Kekalahan kandang terakhir Chelsea dari Leeds bahkan terjadi lebih dari dua dekade lalu, tepatnya pada Desember 1999 dengan skor 0-2.

Rekor tersebut membuat Stamford Bridge kerap dipandang sebagai tempat yang sulit ditaklukkan oleh Leeds. Konsistensi Chelsea di kandang menjadi salah satu faktor utama yang menopang kepercayaan diri mereka jelang laga ini. Dukungan publik tuan rumah juga diyakini memberi pengaruh besar terhadap performa tim.

Meski demikian, catatan masa lalu tidak selalu menjadi jaminan. Chelsea tetap dituntut tampil fokus untuk meredam ambisi Leeds yang datang dengan motivasi tinggi.

Awal Positif Liam Rosenior Bersama Chelsea

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memulai masa jabatannya dengan catatan menjanjikan di Stamford Bridge. Ia berhasil meraih dua kemenangan kandang pertamanya di liga, dan kini berpeluang mencatatkan tiga kemenangan kandang beruntun di awal kariernya. Prestasi tersebut terakhir kali diraih oleh Maurizio Sarri pada 2018.

Namun, performa Chelsea pada laga tengah pekan musim ini belum sepenuhnya stabil. Dalam tiga pertandingan Premier League yang dimainkan pada hari Selasa hingga Kamis, The Blues belum meraih kemenangan, dengan satu hasil imbang dan dua kekalahan. Statistik ini menjadi catatan tersendiri menjelang duel melawan Leeds.

Rosenior dituntut menemukan keseimbangan antara menjaga dominasi kandang dan memperbaiki performa tim pada laga-laga yang digelar di tengah pekan.

Peran Joao Pedro Dalam Produktivitas Tuan Rumah

Produktivitas Chelsea di Stamford Bridge musim ini turut ditopang oleh kontribusi Joao Pedro. Penyerang tersebut terlibat langsung dalam empat gol pada empat laga kandang terakhir, dengan torehan tiga gol dan satu assist. Performa ini menjadikannya salah satu pemain kunci dalam skema serangan The Blues.

Meski demikian, Joao Pedro memiliki catatan kurang ideal saat menghadapi Leeds United. Ia belum pernah mencetak gol atau assist dalam tiga pertemuan sebelumnya melawan Leeds, yang semuanya berakhir dengan kekalahan saat ia membela Watford dan Chelsea.

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Joao Pedro untuk mematahkan rekor pribadi sekaligus membantu Chelsea mempertahankan dominasi kandang.

Tantangan Berat Leeds Di Laga Tandang

Bagi Leeds United, lawatan ke Stamford Bridge menjadi ujian berat, terutama melihat catatan tandang mereka di Premier League. Leeds hanya meraih dua kemenangan dari 25 laga tandang terakhir, dengan enam hasil imbang dan 17 kekalahan. Kedua kemenangan tersebut bahkan diraih di markas Wolves.

Fakta menarik lainnya, lima dari tujuh kemenangan tandang terakhir Leeds terjadi melawan tim dengan awalan huruf W. Sebaliknya, mereka gagal menang dalam 22 laga tandang melawan klub dengan huruf awal selain W, termasuk Chelsea.

Selain itu, performa Leeds pada laga tengah pekan di luar kandang juga memprihatinkan. Mereka tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir yang digelar Selasa hingga Kamis, dengan rata-rata kebobolan mencapai 3,4 gol per laga.

Catatan Pertemuan dan Ambisi Balas Dendam

Pada pertemuan Desember lalu, Leeds United berhasil menumbangkan Chelsea berkat gol dari Jaka Bijol, Ao Tanaka, dan Dominic Calvert-Lewin. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Leeds untuk kembali menantang Chelsea, meski kali ini bermain di kandang lawan.

Pemain terakhir yang mampu mencetak gol kandang dan tandang melawan Chelsea dalam satu musim adalah Mark Viduka pada 2000-2001. Catatan ini menjadi target tersendiri bagi para penyerang Leeds untuk kembali mencatatkan namanya dalam sejarah klub.

Di sisi pelatih, Liam Rosenior juga memiliki misi pribadi. Ia belum pernah meraih kemenangan melawan Daniel Farke dalam dua pertemuan sebelumnya saat masih melatih Hull City di Championship. Hasil imbang tanpa gol di kandang dan kekalahan 1-3 di laga tandang pada musim 2023-2024 menjadi catatan yang ingin diperbaiki.

Dengan latar belakang statistik, rekor, dan ambisi kedua tim, laga Chelsea vs Leeds United dipastikan berlangsung menarik. Stamford Bridge akan kembali menguji konsistensi The Blues, sementara Leeds berusaha menantang dominasi lama demi menciptakan kejutan di London.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index